// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENYIMPANGAN PEMBANGUNAN RUKU DAN TOKO DI KOTA BUKITTINGGI.]]> WILKO RAHMAD Z. / 24.2002.065 Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, S.T,M.T Enni Lindia Mayona, S.T,M.T
Gejala pertumbuhan dan perkembangan kota tidak dapat dipisahkan dari hal-hal yang mempengaruhi penggunaan lahannya karena kota bersifat dinamis dengan segala perubahan di segala bidang kehidupan. Gejala yang dikenal pertumbuhan kota ini menciptakan berbagai permasalahan, salah satu diantaranya terjadi perubahan atau pergeseran lahan menjadi kawasan komersil yaitu perdagangan dan jasa. Perdagangan dan jasa merupakan sektor ekonomi yang perkembangannya sangat pesat di Kota Bukittinggi. Sektor ini sudah menjadi sektor ekonomi yang paling dominan dibanding sektor ekonomi lain. Ruko dan toko merupakan sarana kegiatan perdagangan dan jasa yang paling diminati. Namun, perkembangan ruko dan toko banyak yang tanpa menyesuaikan dengan rencana tata ruang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota. Penyimpangan pembangunan ruko dan toko yang paling banyak terjadi di jalan utama kota, terutama di Jalan By Pass, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Jenderal Sudirman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang terkait dengan penyimpangan fungsi dan fisik pembangunan ruko dan toko di Kota Bukittinggi. Variabel yang diuji adalah luas lahan, waktu dibangun, jarak dari pusat kota dan jumlah jenis kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang mengkaji variabel yang terkait dengan terjadinya penyimpangan ruko dan toko berdasarkan literatur. Pengambilan variabel berdasarkan literatur tersebut dikumpulkan dan diambil variabel yang relevan dengan terjadinya penyimpangan. Untuk mengetahui keterkaitan penyimpangan variabel-variabel yang diianggap berkaitan dilakukan dengan analisis statistik ANOVA (Analysis of Variance). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan keterkaitan antara penyimpangan fungsi dengan penyimpangan fisik. Selain itu, terjadi juga perbedaan keterkaitan antara ruko dengan toko. Adapun variabel yang berkaitan dengan penyimpangan fungsi ruko adalah jarak dari pusat kota dan jumlah jenis kegiatan, sedangkan untuk toko hanya jarak dari pusat kota, sedangkan penyimpangan fisik hanya berkaitan dengan penyimpangan Garis Sempadan Bangunan. Dari hasil uji variabel-variabel tersebut maka disusun rekomendasi yang diharapkan tidak terjadi lagi penyimpangan fungsi dan fisik di dalam pembangunan ruko dan toko di Kota Bukittinggi.