// <![CDATA[POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN MANGROVE SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA. ( STUDI KASUS :]]> BERY PANDU RAYIB HAMIDIE / 24.2004.013 / PL Dosen Pembimbing 1 Dine Firtianti, ST DR. Wanjat Kastolani. M,SC
Ekosistem hutan mangrove memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial yang penting dalam pembangunan, khususnya di wilayah pesisir. Potensi kawasan mangrove merupakan kekayaan alam dengan fungsi ganda, menjanjikan berbagai macam keuntungan secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu kawasan mangrove yang mempunyai potensi adalah Kawasan Mangrove Bojong Salawe. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengidentifikasian potensi kawasan mangrove yang ada di Bojong Salawe. Untuk mengetahui potensi tersebut dilakukan dengan cara mangidentifikasi lokasi Kawasan Mangrove dan faktor lingkungan seperti salinitas air, frekuensi penggenangan, serta kekuatan ombak dan angin di kawasan mangrove Bojong Salawe. Hal tersebut kemudian disesuaikan dengan jenis tanaman mangrove yang dapat ditanami serta kegiatan wisata yang dapat dikembangkan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa lokasi yang ideal untuk ditanami mangrove adalah perairan laut, pasir pantai, muara, sungai, serta lumpur. Jenis tanaman mangrove yang dapat ditanam di Kawasan mangrove Bojong Salawe adalah Rhyzopora Mucronata, Rhyzopora Stylosa, Sonneratia Alba, Rhyzopora apiculata, Avicenia Sp serta Nypah. Sedangkan kegiatan wisata yang dapat dilakukan yaitu bersampan menyusuri sungai, muara dan pantai, kegiatan menikmati pemandangan, kegiatan memancing, bird watching, mangrove trail, bersampan, wisata kesehatan serta pengamatan dan penelitian. Semua kegiatan ini dibagi ke dalam lima zona yaitu: zona 1 pemukiman penduduk, zona 2 budi daya ikan dan tambak, zona 3 kawasan mangrove sungai dan lumpur, zona 4 pasir pantai dan perairan laut, dan zona 5 kawasan mangrove estuaria atau muara.