// <![CDATA[DAMPAK KEBISINGAN DARI KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN LINGKAR SELATAN BANDUNG.]]> JULIUSSABAR / 24.1999.024 / PL Dosen Pembimbing 1 Achadiat Dritasto, Ir.,MT. Ira Irawati, ST., M.T.
Pertumbuhan dan perkembangan Kota Bandung, dengan kecenderungan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan perkembangan kegiatan sosial ekonomi yang semakin meningkat, menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan lahan. Dikaitkan dengan karakteristik lahan yang terbatas, dinamika perkembangan kegiatan di kawasan perkotaan ini menimbulkan persaingan pemanfaatan lahan yang mengarah pada terjadinya perubahan pemanfaatan lahan dengan intensitas yang semakin tinggi (Anugrahani dan Kustiwan, 2000: 87). Perubahan pemanfaatan lahan berlangsung di beberapa bagian Kota Bandung, terutama yang terletak di ruas jalan utama, seperti koridor Jalan Lingkar Selatan. Perubahan pemanfaatan lahan di koridor Jalan Lingkar Selatan dari rumah dan kegiatan non komersial menjadi kegiatan komersial yang merupakan kegiatan yang menimbulkan pergerakan kendaraan yang tinggi menyebabkan adanya peningkatan volume lalu lintas. Peningkatan volume lalu lintas tersebut tidak diimbangi dengan adanya peningkatan kapasitas jalan, oleh karena itu di koridor Jalan Lingkar Selatan seringkali terjadi kemacetan lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Pada saat kondisi jalan macet (kecepatan kendaraan rendah) suara dari mesin kendaraan bermotor semakin meningkat. Semakin sering terjadinya kemacetan di koridor Jalan Lingkar Selatan, maka akan semakin tinggi pula konsentrasi polutan udara khususnya kebisingan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor tersebut di udara. Kondisi demikian perlu segera ditanggulangi, karena akan menimbulkan gangguan pada manusia, hewan, dan tumbuhan yang berpotensi merugikan kesehatan dan kenyamanan hidup mereka. Studi ini bertujuan untuk menghilangkan/menurunkan kebisingan kendaraan bermotor sebagai akibat perubahan pemanfaatan lahan di koridor Jalan Lingkar Selatan yang menimbulkan gangguan pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Tujuan tersebut dicapai dengan lima sasaran, yaitu teridentifikasinya perubahan pemanfaatan lahan di wilayah studi, teridentifikasinya kondisi lalu lintas dan jaringan jalan di wilayah studi, teridentifikasinya besar kebisingan kendaraan bermotor sebagai akibat perubahan pemanfaatan lahan di koridor Jalan Lingkar Selatan, teridentifikasinya hubungan statistika antara perubahan pemanfaatan lahan dengan kebisingan kendaraan bermotor, serta teridentifikasinya upayaupaya untuk menghilangkan/menurunkan kebisingan kendaraan bermotor sebagai akibat perubahan pemanfaatan lahan di koridor jalan Lingkar Selatan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa perubahan pemanfaatan lahan di koridor Jalan Lingkar Selatan mempengaruhi terhadap kebisingan kendaraan bermotor yang dihasilkan, walaupun tidak terlalu besar. telah terjadi peningkatan tingkat kebisingan dari tahun 2000 sampai 2007, yaitu pada tahun 2000 tingkat kebisingan Leq pada jarak pengukuran 10 m (D=10) adalah 73,4 dBA meningkat sebesar 2,13 % yang terjadi pada tahun 2007 yaitu menjadi 75 dBA yang merupakan tingkat kebisingan (Leq) pada jarak pengukutan 10m (D=10).