DAMPAK KEBISINGAN DARI KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN LINGKAR SELATAN BANDUNG.
Pertumbuhan dan perkembangan Kota Bandung, dengan kecenderungan pertumbuhan penduduk
yang tinggi dan perkembangan kegiatan sosial ekonomi yang semakin meningkat, menyebabkan terjadinya
peningkatan kebutuhan lahan. Dikaitkan dengan karakteristik lahan yang terbatas, dinamika perkembangan
kegiatan di kawasan perkotaan ini menimbulkan persaingan pemanfaatan lahan yang mengarah pada
terjadinya perubahan pemanfaatan lahan dengan intensitas yang semakin tinggi (Anugrahani dan Kustiwan,
2000: 87).
Perubahan pemanfaatan lahan berlangsung di beberapa bagian Kota Bandung, terutama yang
terletak di ruas jalan utama, seperti koridor Jalan Lingkar Selatan. Perubahan pemanfaatan lahan di koridor
Jalan Lingkar Selatan dari rumah dan kegiatan non komersial menjadi kegiatan komersial yang merupakan
kegiatan yang menimbulkan pergerakan kendaraan yang tinggi menyebabkan adanya peningkatan volume
lalu lintas. Peningkatan volume lalu lintas tersebut tidak diimbangi dengan adanya peningkatan kapasitas
jalan, oleh karena itu di koridor Jalan Lingkar Selatan seringkali terjadi kemacetan lalu lintas, terutama pada
jam sibuk. Pada saat kondisi jalan macet (kecepatan kendaraan rendah) suara dari mesin kendaraan
bermotor semakin meningkat. Semakin sering terjadinya kemacetan di koridor Jalan Lingkar Selatan, maka
akan semakin tinggi pula konsentrasi polutan udara khususnya kebisingan yang dihasilkan oleh kendaraan
bermotor tersebut di udara. Kondisi demikian perlu segera ditanggulangi, karena akan menimbulkan
gangguan pada manusia, hewan, dan tumbuhan yang berpotensi merugikan kesehatan dan kenyamanan
hidup mereka.
Studi ini bertujuan untuk menghilangkan/menurunkan kebisingan kendaraan bermotor sebagai
akibat perubahan pemanfaatan lahan di koridor Jalan Lingkar Selatan yang menimbulkan gangguan pada
manusia, hewan, dan tumbuhan. Tujuan tersebut dicapai dengan lima sasaran, yaitu teridentifikasinya
perubahan pemanfaatan lahan di wilayah studi, teridentifikasinya kondisi lalu lintas dan jaringan jalan di
wilayah studi, teridentifikasinya besar kebisingan kendaraan bermotor sebagai akibat perubahan
pemanfaatan lahan di koridor Jalan Lingkar Selatan, teridentifikasinya hubungan statistika antara
perubahan pemanfaatan lahan dengan kebisingan kendaraan bermotor, serta teridentifikasinya upayaupaya
untuk menghilangkan/menurunkan kebisingan kendaraan bermotor sebagai akibat perubahan
pemanfaatan lahan di koridor jalan Lingkar Selatan.
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa perubahan pemanfaatan lahan di koridor Jalan
Lingkar Selatan mempengaruhi terhadap kebisingan kendaraan bermotor yang dihasilkan, walaupun tidak
terlalu besar. telah terjadi peningkatan tingkat kebisingan dari tahun 2000 sampai 2007, yaitu pada tahun
2000 tingkat kebisingan Leq pada jarak pengukuran 10 m (D=10) adalah 73,4 dBA meningkat sebesar 2,13
% yang terjadi pada tahun 2007 yaitu menjadi 75 dBA yang merupakan tingkat kebisingan (Leq) pada jarak
pengukutan 10m (D=10).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).DAMPAK KEBISINGAN DARI KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN LINGKAR SELATAN BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.DAMPAK KEBISINGAN DARI KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN LINGKAR SELATAN BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
MLA Style
.DAMPAK KEBISINGAN DARI KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN LINGKAR SELATAN BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.DAMPAK KEBISINGAN DARI KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN LINGKAR SELATAN BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text