// <![CDATA[EVALUASI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA SIAK SRI INDRAPURA.]]> YULIE MELLIN WELLIKIN / 24.2003.010 / PL Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, S.T., M.T. Enni Lindia Mayona, S.T.,M.T.
Sejarah suatu kota merupakan unsur penting dalam upaya mempertahankan identitas kota tersebut. Dengan mempertahankan elemen-elemen peninggalan sejarah dan kebudayaan, secara langsung dapat mempertahankan jati diri dan ciri khas kota. Sebagai bagian dari Negara Indonesia yang kaya akan peninggalan sejarah dan kebudayaan, Siak Sri Indrapura memiliki peninggalan sejarah dan kebudayaan yang patut dipertahankan demi kelestarian kebudayaan Melayu di Indonesia. Pelestarian peninggalan sejarah tersebut, didukung dengan adanya penetapan kawasan cagar budaya di Kabupaten Siak Sri Indrapura. Untuk dapat mempertahankan kelestarian kawasan cagar budaya Siak tersebut, sangat diperlukan adanya perhatian khusus dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan pelestarian kawasan cagar budaya Siak. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji bagaimana sistem kelembagaan yang telah berlangsung dalam pelestarian kawasan cagar budaya Siak. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi sistem kelembagaan sebagai subjek yang berperan dalam kegiatan pelestarian kawasan cagar budaya Siak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui stakeholder mapping (pemetaan stakeholder), untuk melihat tingkat kepentingan dan tingkat pengaruh setiap stakeholder dalam perannya terhadap pelaksanaan kegiatan pelestarian kawasan cagar budaya. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui lembaga yang memiliki kepentingan dan pengaruh yang tinggi dalam pelestarian kawasan cagar budaya Siak adalah DISPARSENIBUDPORA, DISPUKIMPRASWIL, dan BAPPEDA. Ketiga lembaga tersebut memiliki peran penting dalam setiap tahapan kegiatan pelestarian, baik tahapan perencanaan, pelaksanaan, maupun pengendalian. Namun dalam pelaksanaan kegiatan pelestariann, masih terdapat permasalahan kelembagaan salah satunya adalah masalah koordinasi. Selain itu, terdapat beberapa tahapan kegiatan yang belum dilaksanakan oleh lembaga-lembaga terkait dalam upaya mengoptimumkan pelaksanaan kegiatan pelestarian. Dengan mengetahui besarnya tingkat kepentingan dan pengaruh setiap stakeholder atau lembaga-lembaga terkait dapat dihasilkan masukan untuk membenahi sistem kelembagaan dan pelaksanaan pelestarian pada kawasan cagar budaya Siak. Masukan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dalam keberlangsungan pengelolaan kawasan cagar budaya Siak agar tetap lestari dan dapat memajukan Kabupaten Siak Sri Indrapura, terutama dalam konteks kebudayaan.