EVALUASI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA SIAK SRI INDRAPURA.
Sejarah suatu kota merupakan unsur penting dalam upaya
mempertahankan identitas kota tersebut. Dengan
mempertahankan elemen-elemen peninggalan sejarah dan
kebudayaan, secara langsung dapat mempertahankan jati diri
dan ciri khas kota. Sebagai bagian dari Negara Indonesia
yang kaya akan peninggalan sejarah dan kebudayaan, Siak Sri
Indrapura memiliki peninggalan sejarah dan kebudayaan yang
patut dipertahankan demi kelestarian kebudayaan Melayu di
Indonesia. Pelestarian peninggalan sejarah tersebut,
didukung dengan adanya penetapan kawasan cagar budaya di
Kabupaten Siak Sri Indrapura. Untuk dapat mempertahankan
kelestarian kawasan cagar budaya Siak tersebut, sangat
diperlukan adanya perhatian khusus dari berbagai pihak yang
terlibat dalam pengelolaan pelestarian kawasan cagar budaya
Siak. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji bagaimana
sistem kelembagaan yang telah berlangsung dalam pelestarian
kawasan cagar budaya Siak. Penelitian ini ditujukan untuk
mengevaluasi sistem kelembagaan sebagai subjek yang
berperan dalam kegiatan pelestarian kawasan cagar budaya
Siak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
melalui stakeholder mapping (pemetaan stakeholder), untuk
melihat tingkat kepentingan dan tingkat pengaruh setiap
stakeholder dalam perannya terhadap pelaksanaan kegiatan
pelestarian kawasan cagar budaya. Berdasarkan hasil
penelitian, diketahui lembaga yang memiliki kepentingan dan
pengaruh yang tinggi dalam pelestarian kawasan cagar budaya
Siak adalah DISPARSENIBUDPORA, DISPUKIMPRASWIL, dan
BAPPEDA. Ketiga lembaga tersebut memiliki peran penting
dalam setiap tahapan kegiatan pelestarian, baik tahapan
perencanaan, pelaksanaan, maupun pengendalian. Namun dalam
pelaksanaan kegiatan pelestariann, masih terdapat
permasalahan kelembagaan salah satunya adalah masalah
koordinasi. Selain itu, terdapat beberapa tahapan kegiatan
yang belum dilaksanakan oleh lembaga-lembaga terkait dalam
upaya mengoptimumkan pelaksanaan kegiatan pelestarian.
Dengan mengetahui besarnya tingkat kepentingan dan pengaruh
setiap stakeholder atau lembaga-lembaga terkait dapat
dihasilkan masukan untuk membenahi sistem kelembagaan dan
pelaksanaan pelestarian pada kawasan cagar budaya Siak.
Masukan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dalam
keberlangsungan pengelolaan kawasan cagar budaya Siak agar
tetap lestari dan dapat memajukan Kabupaten Siak Sri
Indrapura, terutama dalam konteks kebudayaan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).EVALUASI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA SIAK SRI INDRAPURA. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA SIAK SRI INDRAPURA. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
MLA Style
.EVALUASI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA SIAK SRI INDRAPURA. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.EVALUASI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA SIAK SRI INDRAPURA. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text