// <![CDATA[INTERAKSI MANUSIA DAN RUANG PADA RUANG PUBLIK. ( STUDI KASUS :]]> ASFIANDI ZULFIAR / 24.2004.042 / PL Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, ST, MT Ana Yuanita, ST
Ruang publik adalah ruang yang memiliki fungsi sebagai lokasi interaksi sosial bagi masyarakat kota, kegiatan ekonomi rakyat, dan juga ruang untuk rekreasi di pusat kota. Kawasan Alun-Alun Bandung sebagai ruang publik di pusat Kota Bandung mengalami pemugaran yang selesai pada tahun 2007 dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kota Bandung. Tujuan dari pemugaran adalah untuk dapat mengatasi masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan meningkatkan kualitas kawasan ini sebagai alun-alun kota. Hasil pengamatan mendapatkan adanya aktivitas-aktivitas dalam ruang publik ini yang mempengaruhi perkembangan alun-alun sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi manusia dan ruang pada ruang publik Kawasan Alun-Alun Bandung. Interaksi yang ada berupa aksi manusia sebagai penghuni terhadap ruang publik serta reaksi ruang publik terhadap perilaku penghuni ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengamati aktivitas pemanfaatan ruang yang ada. Pengamatan terhadap penghuni menggunakan pengamatan behavior setting (Laurens, 2005) berisikan empat data pengamatan yaitu Manusia, objek, pola aksi, dan karakteristik ukuran. Pengamatan terhadap ruang dilakukan dengan pembagian tiga sub-pengamatan yang didasarkan oleh tipologi ruang publik (Carr, 1992) yaitu bagian dalam taman, bagian luar taman, dan bagian basement taman. Metode yang dilakukan dengan mengamati aktivitas pemanfaatan ruang yang berasal dari interaksi antara manusia dan ruang. Hasil yang didapat berupa dua jenis aktivitas yang terdapat pada ruang publik Kawasan Alun-Alun Bandung, yaitu aktivitas pemanfaatan yang sesuai fungsi dan aktivitas pemanfaatan yang tidak sesuai fungsi. Dalam penelitian ditemukan bahwa perkembangan kawasan alun-alun lebih dipengaruhi oleh aktivitas pemanfaatan ruang yang tidak sesuai fungsi, dan aktivitas ini bersumber dari hasil adaptasi penghuni. Dalam hal ini penghuni yang mendominasi aktivitas tersebut adalah PKL dan Gelandangan. Penyebabnya antara lain waktu keberadaan PKL dan gelandangan dalam ruang publik yang lama, sehingga dapat beradaptasi dan mempengaruhi perkembangan aktivitas pemanfaatan ruang di Ruang Publik Kawasan Alun-Alun Bandung.