INTERAKSI MANUSIA DAN RUANG PADA RUANG PUBLIK. ( STUDI KASUS : KAWASAN ALUN - ALUN BANDUNG ).
Ruang publik adalah ruang yang memiliki fungsi sebagai lokasi interaksi sosial bagi
masyarakat kota, kegiatan ekonomi rakyat, dan juga ruang untuk rekreasi di pusat
kota. Kawasan Alun-Alun Bandung sebagai ruang publik di pusat Kota Bandung
mengalami pemugaran yang selesai pada tahun 2007 dan dapat dimanfaatkan oleh
seluruh masyarakat Kota Bandung. Tujuan dari pemugaran adalah untuk dapat
mengatasi masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan meningkatkan kualitas kawasan
ini sebagai alun-alun kota. Hasil pengamatan mendapatkan adanya aktivitas-aktivitas
dalam ruang publik ini yang mempengaruhi perkembangan alun-alun sebagai ruang
yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui interaksi manusia dan ruang pada ruang publik Kawasan
Alun-Alun Bandung. Interaksi yang ada berupa aksi manusia sebagai penghuni
terhadap ruang publik serta reaksi ruang publik terhadap perilaku penghuni ruang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengamati aktivitas
pemanfaatan ruang yang ada. Pengamatan terhadap penghuni menggunakan
pengamatan behavior setting (Laurens, 2005) berisikan empat data pengamatan yaitu
Manusia, objek, pola aksi, dan karakteristik ukuran. Pengamatan terhadap ruang
dilakukan dengan pembagian tiga sub-pengamatan yang didasarkan oleh tipologi
ruang publik (Carr, 1992) yaitu bagian dalam taman, bagian luar taman, dan bagian
basement taman. Metode yang dilakukan dengan mengamati aktivitas pemanfaatan
ruang yang berasal dari interaksi antara manusia dan ruang. Hasil yang didapat
berupa dua jenis aktivitas yang terdapat pada ruang publik Kawasan Alun-Alun
Bandung, yaitu aktivitas pemanfaatan yang sesuai fungsi dan aktivitas pemanfaatan
yang tidak sesuai fungsi. Dalam penelitian ditemukan bahwa perkembangan kawasan
alun-alun lebih dipengaruhi oleh aktivitas pemanfaatan ruang yang tidak sesuai
fungsi, dan aktivitas ini bersumber dari hasil adaptasi penghuni. Dalam hal ini
penghuni yang mendominasi aktivitas tersebut adalah PKL dan Gelandangan.
Penyebabnya antara lain waktu keberadaan PKL dan gelandangan dalam ruang
publik yang lama, sehingga dapat beradaptasi dan mempengaruhi perkembangan
aktivitas pemanfaatan ruang di Ruang Publik Kawasan Alun-Alun Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).INTERAKSI MANUSIA DAN RUANG PADA RUANG PUBLIK. ( STUDI KASUS : KAWASAN ALUN - ALUN BANDUNG ). ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.INTERAKSI MANUSIA DAN RUANG PADA RUANG PUBLIK. ( STUDI KASUS : KAWASAN ALUN - ALUN BANDUNG ). ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
MLA Style
.INTERAKSI MANUSIA DAN RUANG PADA RUANG PUBLIK. ( STUDI KASUS : KAWASAN ALUN - ALUN BANDUNG ). ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.INTERAKSI MANUSIA DAN RUANG PADA RUANG PUBLIK. ( STUDI KASUS : KAWASAN ALUN - ALUN BANDUNG ). ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text