PENURUNAN TINGKAT PELAYANAN JALAN SEBAGAI DAMPAK KEGIATAN PASAR CIHAURGEULIS TERHADAP JALAN SURAPATI KOTA BANDUNG.
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dengan jumlah 2.296.848 jiwa
dan tingkat pertumbuhan penduduk 1,13% setiap tahunnya, bertambah juga kebutuhan
primernya. Kebutuhan primer yang paling mudah ditemukan berada di pasar. Kebutuhan
akan pasar, menjadikan pasar dekat dengan lokasi penduduk. Salah satu pasar yang
menjadi kebutuhan masyrakat disekitarnya adalah Pasar Cihaurgeulis. Kegiatan
Cihaurgeulis yang berada dekat dengan perumahan penduduk cukup menguntungkan,
akan tetapi dalam kondisi eksisting yang ada, pasar ini juga merugikan bagi pengguna
jalan. Kerugian yang ditimbulkan dari kegiatan pasar yaitu kegiatan perdagangan yang
dilakukan di badan jalan sehingga lebar jalan yang berfungsi untuk menampung
kendaraan yang lewat menjadi berkurang dan kecepatan kendaraan juga terhenti. Jalan
Surapati yang berfungsi sebagai jalan arteri, yang memiliki ciri – ciri kecepatan tinggi
dan tidak boleh terganggu kegiatan di luar jalan, namun pada kondisi eksistingnya, Jalan
Surapati cukup terganggu dengan adanya kendaraan yang berasal dari arus lokal.
Kondisi arus lalu lintas di jalan ini yang sudah terganggu arus lokal semakin terganggu
dengan keberadaan Pasar Cihaurgeulis. Hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan pasar
di badan jalan, kegiatan perparkiran di badan jalan, pejalan kaki, kendaraan lambat dan
sebagainya.
Mengingat pentingnya ruas Jalan Surapati sebagai jalan arteri dan pentingnya
pasar tradisonal terhadap masyarakat sekitar, perlu dilakukan kajian untuk mengetahui
penurunan tingkat pelayanan jalan sebagai dampak keberadaan Pasar Cihaurgeulis dan
mencari bentuk penanganan persoalannya. Penurunan tingkat pelayanan jalan
diidentifikasi dengan menganalisa perubahan kapasitas jalan akibat aktivitas yang
berkaitan dengan keberadaan Pasar Cihaurgeulis. Solusi persoalan didasarkan pada
perhitungan kenaikan tingkat pelayanan jalan pada berbagai skenario yang
merepresentasikan kondisi tertentu di mana setiap aktivitas yang menyebabkan
penurunan kapasitas jalan dihilangkan.
Tingkat pelayanan jalan setiap ruas jalan berdasarkan desain awal jalan
(kapasitas jalan dihitung tanpa gangguan samping) adalah rata-rata B. Tingkat pelayanan
jalan karena adanya kegiatan pasar di badan jalan bernilai rata-rata B untuk simpang
Jalan Gagak – simpang Jalan Melania (ruas A – B) dan simpang Jalan Melania –
simpang Jalan Pusdai (ruas B – C) dan simpang Jalan Pusdai – simpang Jalan Jalaprang
(ruas C – D) rata-rata C. Hasil pada setiap skenario menunjukkan hal-hal sebagai
berikut: (a) pelarangan kegiatan pasar di badan jalan dengan menganggap kegiatan
parkir tetap ada memiliki nilai rata rata tingkat pelayanan jalan C; (b) melarang kegiatan
pasar di badan jalan dan melarang kegiatan parkir di badan jaln denga nilai tingkat
pelayanan jalan rata rata C; (c) melarang kegiatan pasar di badan jalan dan melarang
kegiatan perparkiran dikdeua sisi jalan dengan tingkat pelayanan jalan rata rata C; dan
(d) berdasarkan desain awal dan peraturan dengan nilai tingkat pelayanan jalan rata rata
B.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).PENURUNAN TINGKAT PELAYANAN JALAN SEBAGAI DAMPAK KEGIATAN PASAR CIHAURGEULIS TERHADAP JALAN SURAPATI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENURUNAN TINGKAT PELAYANAN JALAN SEBAGAI DAMPAK KEGIATAN PASAR CIHAURGEULIS TERHADAP JALAN SURAPATI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
MLA Style
.PENURUNAN TINGKAT PELAYANAN JALAN SEBAGAI DAMPAK KEGIATAN PASAR CIHAURGEULIS TERHADAP JALAN SURAPATI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.PENURUNAN TINGKAT PELAYANAN JALAN SEBAGAI DAMPAK KEGIATAN PASAR CIHAURGEULIS TERHADAP JALAN SURAPATI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text