// <![CDATA[ARAHAN PENGEMBANGAN KEGIATAN INDUSTRI SUSU SAPI PERAH BERDASARKAN KONSEP LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT ( STUDI KASUS :]]> SANTIANA WULANSARI / 24.2002.009 / PL Dosen Pembimbing 1 0421046301 - Achmad Setiobudi,Ir.,M.T Shinta Kusumawati,S.T
Latar belakang studi didasari oleh masih diimport kebutuhan susu dalam negeri sebanyak 70% khususnya dari Australia. Hal ini dikarenakan para peternak memiliki jumlah ternak sapi perah yang sedikit seperti di wilayah kajian, yaitu di Kecamatan Lembang. Sebanyak 6.600 peternak di wilayah kajian yang tergabung dalam Koperasi Peternak Susu Bandung Utara atau disingkat KPSBU rata-rata hanya memiliki dua ekor sapi perah. Studi yang dilakukan bertujuan untuk merumuskan upaya pengembangan ekonomi lokal pada sektor industri susu sapi di Kecamatan Lembang. Untuk mencapai tujuan studi, dilakukan analisis dengan menggunakan alat analisis value chain untuk mengetahui value added activity dan nonvalue added activity pada kegiatan industri susu sapi perah, analisis deskripsi untuk mendeskripsikan pendapat para stakeholder terkait dan melakukan proyeksi dengan perhitungan arithmetic rate of growth’ untuk menghitung proyeksi pendapatan serta proyeksi konsumsi selama sepuluh dari tahun 2009 sampai tahun 2019. Berdasarkan proyeksi pendapatan dan proyeksi konsumsi peternak dari tahun 2010 sampai tahun 2019 diketahui untuk mencapai kesejahteraannya, peternak minimal menambah sapi perahnya sebanyak empat ekor atau setara dengan jumlah total kepemilikan adalah enam ekor per peternak, sehingga jumlah populasi ternak tahun 2019 minimal sebanyak 42.933 ekor. Adanya penambahan populasi ternak harus didukung oleh ketersediaan lahan pakan ternak. Kawasan hutan lindung dan hutan produksi seluas 2.187,5 ha sebagai alternatif lokasi lahan pakan ternak tidak mencukupi kebutuhan lahan pakan ternak seluas 4293,3 ha, sehingga dibutuhkan adanya metode khusus dan teknologi yang tepat dalam budidaya rumput gajah sebagai pakan terbaik sapi.