// <![CDATA[ARAHAN PENGEMBANGAN KLASTER UMKM ( USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ) BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN DI WILAYAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA.]]> FACHRIZAL / 24.2005.026 / PL Dosen Pembimbing 1 Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir., M.T Sony Herdiana, ST., M.Reg.Dev
Jenis UMKM yang ada di Kabupaten Kutai Kartenegara memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan selain sebagai jenis usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional, jenis usaha ini memiliki jumlah unit usaha yang sangat banyak serta juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga dapat memperkuat struktur perekonomian wilayah tersebut. Namun, sekarang ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara belum mengembangkan sistem UMKM yang terintegrasi, sehingga belum banyak investor yang secara komersial bermitra secara saling menguntungkan dengan usaha kecil. Permasalahan juga dialami oleh usaha menengah, yakni permodalan yang dipinjamkan oleh lembaga perbankan belum cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasarannya. Masalah lain yang dihadapi oleh UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, rendahnya kualitas produk dan kesulitan bahan baku. Langkah yang perlu dilakukan dalam upaya untuk memanfaatkan potensi dan menanggulangi permasalahan jenis UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan klaster UMKM yang memanfaatkan komoditas unggulan. Pendekatan klaster merupakan konsentrasi geografis perusahaan yang saling berhubungan dan memiliki keterkaitan pada sektor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan/mengidentifikasi dan menyusun arahan pengembangan klaster UMKM yang terintegrasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan komoditas unggulan yang dimilikinya sebagai basis pengembangan klaster UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah (i) teridentifikasinya jenis-jenis UMKM eksisting, (ii) teridentifikasinya komoditas unggulan, (iii) teridentifikasinya jenis-jenis UMKM yang berbasis pada komoditas unggulan, (iv) teridentifikasinya klaster UMKM berbasis komoditas unggulan, (v) tersusunnya arahan pengembangan klaster UMKM berbasis komoditas unggulan. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan analisis screening dengan melakukan pembobotan dan skoring dari beberapa kritera yaitu keterkaitan komoditas (I-O), produksi komoditas (LQ), pemasaran, distribusi (akomodasi) dan penggunaan teknolognya, maka komoditas unggulan yang diarahkan untuk dijadikan basis pengembangan klaster UMKM adalah komoditas kehutanan. Adapun jenis UMKM dari komoditas tersebut adalah usaha galangan kapal kayul, meubel, moulding & bahan bangunan, penggergajian kayu, pengawetan kayu, pengolahan kayu, percetakan dan pengolahan rotan. Jenis UMKM dari komoditas unggulan tersebut akan dikembangkan menjadi 3 (tiga) klaster, yaitu klaster I (Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Loa Kulu, dan Loa Janan) dengan jenis UMKM yang dikembangkan adalah usaha moulding & bahan bangunan, penggergajian kayu, pengawetan kayu, pengolahan kayu, galangan kapal kayu dan service alat mesin pertanian sedangkan klaster II (Kota Bangun dan Muara Kaman) dengan jenis UMKM yang dikembangkan adalah usaha galangan kapal kayu, meubel, moulding & bahan bangunan, penggergajian kayu dan service alat mesin pertanian. Adapun klaster III (Muara Jawa, Sanga-Sanga dan Anggana) dengan jenis UMKM yang dikembangkan adalah usaha penggergajian kayu, meubel dan galangan kapal kayu. Adapun arahan pengembangan pada setiap klaster tersebut, yaitu dari sisi pengembangan bahan baku, pengembangan teknologi dan kualitas SDM, pengembangan permodalan, pengembangan infrastruktur transportasi dan pengembangan pemasaran.