STUDI JANGKAUAN PELAYANAN PUSAT PERBELANJAAN SKALA KOTA DI KOTA BANDUNG.
Pertumbuhan penduduk dan perkembangan perekonomian, telah merubah
Kota Bandung menjadi sebuah kota dengan penuh aktivitas perkotaan. Salah satu
aktivitas tersebut adalah munculnya pusat perbelanjaan dengan pertumbuhan yang
cepat. Lokasi pusat perbelanjaan yang muncul seringkali tidak terencana dan tidak
memiliki konsep tertentu. Beberapa tahun terakhir, muncul pusat perbelanjaan baru
dengan berbagai konsep dan berbagai bentuk dan kemunculan dari pusat
perbelanjaan ini dirasakan mulai terlalu padat dan oversupply (melebihi
kebutuhan), walaupun memberikan banyak keuntungan, tetapi pusat perbelanjaan
juga memberikan banyak masalah bagi kota, seperti kemacetan dan memunculkan
sektor informal seperti PKL dan hal ini perlu untuk dianalisa dan diatasi.
Tingkat pelayanan pusat perbelanjaan dapat digambarkan melalui
jangkauan pelayanan yang dimiliki oleh sebuah pusat perbelanjaan sehingga
dibutuhkan sebuah studi tentang jangkauan pelayanan pusat perbelanjaan dan
analisis terhadap lokasi eksisting pusat perbelanjaan tersebut, dibandingkan dengan
konsep rencana dan lokasi secara teoritis, untuk menuju suatu pusat perbelanjaan
yang lebih teratur dan terencana. Studi ini adalah studi mengenai jangkauan
pelayanan pusat perbelanjaan di Kota Bandung, khususnya pusat perbelanjaan
skala kota. Jangkauan pelayanan pusat perbelanjaan menunjukkan potensi dari
wilayah yang dapat dijangkau oleh sebuah pusat perbelanjaan dan juga jangkauan
eksisting dari pusat perbelanjaan saat ini. Studi ini menganalisis 6 buah pusat
perbelanjaan skala kota, pusat perbelanjaan tersebut meliputi BIP, King’s Shopping
Center, BSM, Istana Plaza, Paris Van Java dan Metro Trade Center (MTC). Teknik
yang digunakan di dalam studi ini adalah Teknik Applebaum, sebuah teknik khusus
untuk menghitung jangkauan pelayanan suatu pusat perbelanjaan.
Berdasarkan hasil studi, rata-rata jangkauan pelayanan pusat perbelanjaan
skala kota yang dikaji adalah sebesar 8,39 km dengan urutan dari terbesar adalah
PVJ, IP, MTC, BIP, King’s dan BSM. Jangkauan primer dan sekunder terbesar
adalah PVJ yaitu 11,2 km dan jangkauan tersier terbesar adalah IP dengan 14,46
km. Wilayah pelayanan primer meliputi hampir seluruh Kota Bandung, kecuali
Kecamatan Cibiru sedangkan wilayah pelayanan sekunder dan tersier meliputi
seluruh Kota Bandung. Berdasarkan hasil studi juga dapat disimpulkan bahwa
terjadi tumpang tindih pelayanan pada pusat perbelanjaan skala kota di Kota
Bandung, dan ini menunjukkan adanya kelebihan dan inefisiensi pusat perbelanjaan.
Secara keseluruhan wilayah Kota Bandung telah dilayani oleh pusat perbelanjaan
skala kota yang dikaji. Jika dilihat dari lokasi, banyak pusat perbelanjaan tersebut
yang kurang sesuai lokasinya, terutama terhadap Rencana Struktur Ruang Kota
Bandung. Rekomendasi berdasarkan hasil studi ini adalah bahwa perlu penataan
terhadap lokasi pusat perbelanjaan sebelum dan sesudah munculnya pusat
perbelanjaan, baik kepada pemerintah maupun swasta dan lokasi harus sesuai
dengan rencana yang ada.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).STUDI JANGKAUAN PELAYANAN PUSAT PERBELANJAAN SKALA KOTA DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.STUDI JANGKAUAN PELAYANAN PUSAT PERBELANJAAN SKALA KOTA DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
MLA Style
.STUDI JANGKAUAN PELAYANAN PUSAT PERBELANJAAN SKALA KOTA DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.STUDI JANGKAUAN PELAYANAN PUSAT PERBELANJAAN SKALA KOTA DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2009.Text