IDENTIFIKASI TINGKAT KESENJANGAN WILAYAH JAWA BARAT UTARA DAN SELATAN
Perkembangan dari suatu wilayah dapat dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh tingkat perkembangan wilayah. Laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tumbuh secara baik. Hal ini terlihat dari kondisi perekonomian makro Jawa Barat mengalami pertumbuhan pada kurun waktu tahun 2004-2007 yang ditunjukan dengan peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 4,77% pada tahun 2004 menjadi 6,41% pada tahun 2007 (BPS, 2008). Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat bergerak ke arah yang positif akan tetapi terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi antar kabupaten/kota. Perbedaan pertumbuhan ekonomi tersebut terlihat pada kabupaten/kota yang berada di wilayah Jawa Barat bagian Utara dan Selatan. Oleh sebab itu tujuan studi ini adalah untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara Wilayah Utara dan Selatan di Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian dalam studi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis data kuantitatif. Penelitian deskripftif menurut (Surachmad, 1975) tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang, sedangkan menurut (Nazir, 1988) penelitian deskriptif adalah metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penelitian deskriptif pada studi ini mencoba mendeskripsikan kesenjangan yang terjadi di wilayah Utara dan Selatan Provinsi Jawa Barat berdasarkan variabe lvariabel yang mempengaruhinya. Variabel-variabel tersebut antara lain infrastruktur (panjang jalan), demografi (penduduk, jumlah tenaga kerja, jumlah lulusan dengan
ijazah tertinggi) PDRB per kapita dan alokasi dana pembangunan. Alat analisis yang digunakan dalam studi ini, yaitu indeks entropy theil. Berdasarkan penelitian terhadap tingkat kesenjangan antara wilayah Utara dan Selatan variabel yang memiliki tingkat kesenjangan tertinggi antar wilayah Utara dan Selatan Jawa Barat adalah jumlah lulusan dengan ijazah tertinggi. Sedangkan dalam wilayah Utara yang memiliki tingkat kesenjangan tertinggi adalah PDRB per kapita dan dalam wilayah Selatan adalah jumlah penduduk. Dengan diketahuinya tingkat kesenjangan antara wilayah Utara dan Selatan di Provinsi Jawa Barat, sebaiknya
pemerintah memperbaiki mutu pendidikan dan hendaknya membuat prioritas dalam pengembangan wilayah dengan memperhatikan potensi yang dimiliki oleh daerahnya. Hal ini sangat penting karena potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah merupakan suatu aset yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan suatu wilayah yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat kesenjangan antar wilayah. Kata kunci : Entropy theil, Kesenjangan, Utara Selatan
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
MIHARSA BUDIMAN / 24.2002.037 - Personal Name
No. Panggil
Subyek
Fakultas
FTSP
Tahun Terbit
2010
Jurusan
Teknik Planologi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2010).IDENTIFIKASI TINGKAT KESENJANGAN WILAYAH JAWA BARAT UTARA DAN SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI TINGKAT KESENJANGAN WILAYAH JAWA BARAT UTARA DAN SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI TINGKAT KESENJANGAN WILAYAH JAWA BARAT UTARA DAN SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI TINGKAT KESENJANGAN WILAYAH JAWA BARAT UTARA DAN SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text