KERUGIAN FINANCIAL AKIBAT KEMACETAN LALU - LINTAS
Pertumbuhan dan perkembangan penduduk akan memberikan dampak pada meningkatnya kebutuhan penduduk akan pelayanan suatu kota. Semakin meningkatnya permintaan akan pemenuhan kebutuhan penduduk maka pembangunan disuatu kotapun akan meningkat. Salah satu kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk adalah kegiatan komersial, yang tercermin pada kebutuhan penduduk akan ketersediaan pusat perdagangan. Kegiatan komersial merupakan suatu uapaya memanfaatkan keberadaan lahan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kondisi di atas dapat dilihat pada koridor Jalan Sukajadi Bandung, yang pada saat ini koridor tersebut telah mengalami pembangunan yang cukup pesat terutama untuk kegiatan komersial dikarenakan letaknya yang strategis. Dengan adanya kegiatan komersial di koridor Jalan Sukajadi yang berfungsi untuk melayani kebutuhan penduduk akan berakibat bertambahnya pegerakan yang menimbulkan pembebanan lalu lintas terhadap jaringan jalan tersebut. Pembebanan ini tentu akan menimbulkan kemacetan akibat adanya penambahan volume kendaraan, berkurangnya lebar jalan efektif dikarenakan adanya parkir di badan jalan sehingga pelayanan jalan tersebut menjadi kurang maksimal. Hal tersebut tentu saja menyebabkan berkurangnya kecepatan dan bertambahnya waktu tempuh kendaraan yang melalui ruas Jalan Sukajadi, terutama pada jam puncak. Kemacetan tersebut memberikan dampak biaya sosial (biaya eksternalitas negatif) yang harus ditanggung oleh masyarakat ketika melalui Jalan Sukajadi.
Biaya tersebut dilihat dari tambahan waktu perjalanan yang diterjemahkan kedalam biaya (rupiah) dengan cara menghitung Biaya Operasional Kendaraan, nilai waktu perjalanan dan waktu atau kecepatan tempuh. Dari perhitungan tersebut diperoleh biaya kemacetan Jalan Sukajadi adalah sebesar Rp.30.876.736,24.- per hari pada saat jam puncak atau Rp.11.270.008.728,- per tahun pada jam puncak. Besarnya biaya kemacetan yang harus ditanggung oleh pengguna jalan memerlukan suatu tindakan untuk meminimalkan dampak tersebut. Oleh karena itu diperlukan adanya penanganan pengelolaan lalu – lintas berupa memberlakukannya larangan parkir on street dan merubah Jalan Sukajadi menjadi jalan satu arah (selatan). Dengan adanya perubahan tersebut maka pelayanan Jalan Sukajadi menjadi maksimal dan biaya kemacetan yang ditanggung oleh masyarakat mengalami penurunan sebesar Rp. 17.728.167,42,- per hari pada jam puncak menjadi sebesar RP. 13.148.568,82,- atau Rp. 6.470.781.108,- per tahun pada jam puncak. Sehingga dengan diberlakukannya sistem satu arah dan larangan parkir on street masyarakat pengguna Jalan Sukajadi dapat menghemat biaya perjalanan, sehingga lebih nyaman untuk melalui jalan tersebut.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).KERUGIAN FINANCIAL AKIBAT KEMACETAN LALU - LINTAS ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KERUGIAN FINANCIAL AKIBAT KEMACETAN LALU - LINTAS ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text
MLA Style
.KERUGIAN FINANCIAL AKIBAT KEMACETAN LALU - LINTAS ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.KERUGIAN FINANCIAL AKIBAT KEMACETAN LALU - LINTAS ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text