// <![CDATA[EVALUASI DAMPAK KAWASAN INDUSTRI TERHADAP KONDISI SOSIAL MASYARAKAT DI KOTA TANGERANG ( STUDI KASUS :]]> DIAN AYU PRAWITA / 24.2004.003 Dosen Pembimbing 1 Zulfadly Urufi, S.T., M.Eng Andri Krisnaldi, S.T., M.T
Perkembangan Kota Tangerang sejalan dengan perkembangan industri yang cukup pesat pada daerah tersebut. Sampai tahun 2009 terdapat 402 industri yang beroperasi dan tersebar di salah satu sentral kawasan industri di Kota Tangerang yaitu Kecamatan Jatiuwung. Keberadaan industriindsutri yang ada di Kecamatan Jatiuwung dapat memberikan dampak berupa dampak lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya polusi udara serta pencemaran air dan menurunnya kualitas lingkungan yang ada, selain itu ada dampak sosial yang muncul dari aktivitas industri dapat mempengaruhi perubahan pada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak sosial yang terjadi akibat aktivitas kawasan industri terhadap kondisi sosial masyarakat di Kecamatan Jatiuwung. Sasaran dari penelitian ini yaitu: (1) Menghitung seberapa besar dampak yang terjadi terhadap komponen-komponen social, (2)Mengkaji perubahan sosial masyarakat akibat kegiatan industri, (3) Mengkaji upaya penanganan dampak sosial. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis Metode Matriks Leopold menunjukan bahwa perubahan dampak sosial yang teridentifikasi adalah 4 (empat) komponen sosial yang mengalami dampak positif yaitu komponen Kependudukan, komponen Kesempatan Kerja dan komponen Adaptasi Ekologi. Sedangkan 4 (empat) komponen sosial yang teridentifikasi tidak mengalami perubahan dari masa pra konstruksi sampai pasca konstruksi tidak mengalami perubahan baik peningkatan maupun penurunan skala dampak adalah komponen Adat Istiadat, komponen kohesi masyarakat, komponen Konflik Sosial dan komponen Pertahanan dan Keamanan. Komponen sosial yang mengalami penurunan skala dampak adalah komponen Persepsi Masyarakat. Kesimpulan yang didapat dari hasil identifikasi dan perhitungan adalah telah terjadinya penurunan komponen sosial dari skala 5 (lima) pada rona awal menjadi 4 (empat) pada saat sesudah operasional. Jika dilihat dari skala prosentase terjadi penurunan kualitas sosial kualitas sebesar 4,4%. Rekomendasi yang dapat diberikan berupa program pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan yang berisikan pencegahan dan penanggulangan untuk meminimalisasikan dampak sosial yang teridentifikasi akibat kawasan industri. Hasil rekomendasi tersebut diharapkan dapat memberikan langkah alternatif instansi terkait dalam mengatasi permasalahan sosial yang teridentifikasi akibat kawasan industri di Kecamatan Jatiuwung.