// <![CDATA[IDENTIFIKASI VARIABEL-VARIABEL KOTA KREATIF YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI KREATIF FESYEN JENIS CLOTHING COMPANY DI KOTA BANDUNG]]> Yanisa Hetyani Putriarasi / 24-2005-005 Dosen Pembimbing 1 Ira Irawati, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 Sony Herdiana, ST., MReg.Dev. Dosen Pembimbing 2
Arah pembangunan suatu kota yang bertumpu pada pengolahan kreasi masyarakat dalam menciptakan produk/jasa hingga menghasilkan nilai jual ekonomi, mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif sekaligus mengembangkan sektor industri kreatif bagi kota tersebut. Berkembangnya sektor industri kreatif sejalan dengan keberadaan komunitas kreatif. Keberadaan komunitas kreatif di Kota Bandung, berasal dari kumpulan anak muda penggemar olahraga ekstrim (skate board dan bmx) dan musik yang berinovasi menciptakan produk untuk menunjang kebutuhannya (alat maupun perlengkapan fesyen). Tanpa disadari inovasi tersebut, membuahkan sektor industri kreatif fesyen clothing company yang membawa pencitraan baru bagi Kota Bandung sebagai kota fesyen. Dirasakan memiliki prospek bagi pemasukan daerah sekaligus terpilihnya Kota Bandung menjadi pilot project kota kreatif se-Asia Timur, mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk mengembangkan sektor industri kreatif fesyen clothing company sebagai salah satu sektor unggulan yang mendukung pengembangan Kota Bandung ke arah kota kreatif. Akan tetapi pada pelaksanaannya, pengembangan sektor ini belum dilaksanakan secara optimal, karena identifikasi potensi dari clothing company belum terkaji dengan baik. Sehingga memberikan gambaran bahwa Kota Bandung belum mengarahkan fator-faktor yang mendukung Kota Bandung berbasis kota kreatif. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi variabel-variabel kota kreatif yang mendukung perkembangan sektor industri kreatif fesyen clothing company di Kota Bandung. Penilaian meliputi tujuh varibel kota kreatif yang dicetuskan oleh Landry, (2000). Jenis penelitian dalam studi ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, alat analisis yang digunakan adalah frekuensi distribusi dan ditujukan untuk designer clothing company sebagai target responden pada penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan tujuh varibel kota kreatif secara teoritis, sangat mendukung perkembangan industri kreatif fesyen clothing company bagi suatu kota, namun terdapat dua variabel yang tidak terpenuhi di Kota Bandung, yaitu variabel kepemimpinan dan kemampuan serta variabel budaya organisasi untuk indikator peranan organisasi kreatif fesyen clothing company di Kota Bandung. Sementara itu, hasil analisis yang sangat tidak mendukung perkembangan sektor industri kreatif fesyen clothing company adalah variabel kepemimpinan dan kemampuan, sedangkan hasil penilaian untuk proses kreatif pada kegiatan clothing company di dominasi oleh proses briefing. Pengembangan sektor industri kreatif fesyen clothing company, sebagai salah satu sektor unggulan berbasis kota kreatif di Kota Bandung memerlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya pemerintah dan organisasi kreatif fesyen clothing company. Dukungan tersebut dapat berupa, penyediaan ruang publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kreatif di Kota Bandung, pengembangan daya inovasi yang mengangkat industri clothing company bagi masyarakat, pengembangan kemitraan, pemantauan dan perlindungan kegiatan clothing company, pemberdayaan kultur budaya lokal Kota Bandung dengan pengembangan kolaborasi fesyen clothing company, serta mengembalikan citra dari fungsi organisasi kreatif fesyen clothing company di Kota Bandung.