// <![CDATA[POLA ALIH FUNGSI WP GEDEBAGE TAHUN 1995 - 2005]]> FIPIT FATIMAH / 24.2001.020 Dosen Pembimbing 1 Achadiat Dritasto, Ir, MT
Dalam pengembangannya, Kota Bandung dibagi menjadi 6 WP (Wilayah Pengembangan), dengan sistem pusat pelayanan yang direncanakan terdiri atas 2 pusat primer. Dua pusat primer yang direncanakan adalah inti pusat kota di bagian barat dan Gedebage di bagian timur. Alih fungsi lahan yang diakibatkan pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas dapat berdampak positif dan negatif. Peralihan ini di satu sisi dapat meningkatkan nilai ekonomis lahan suatu wilayah, namun disisi lain peralihan ini berdampak negatif terutama bila terjadinya alih fungsi guna lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan lahan di masa depan sebagai implikasi pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas di WP Gedebage, diperlukan suatu kebijakan yang dapat mendorong manfaat positif dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukenali pola alih fungsi guna lahan di WP Gedebage Tahun 1995-2005. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa analisis yang meliputi analisis kecenderungan pertumbuhan fungsi guna lahan yang terjadi tahun 1995-2005, alih fungsi guna lahan yang meliputi jenis guna lahan yang tidak terbangun menjadi terbangun, guna lahan yang berubah fungsi, sebaran alih fungsi guna lahan, dan besaran alih fungsi guna lahan dengan melakukan pertampalan peta (overlay) penggunaan lahan tahun 1995-2005, analisis kesesuaian perubahan fungsi guna lahan tahun 1995-2005 dikaitkan dengan teori Von Thunen yang melihat pola perubahan fungsi guna lahan berdasarkan fungsi jalan,angkutan umum, fasilitas umum/fasilitas sosial,serta utilitas. Hasil analisis menunjukan bahwa Kecenderungan pertumbuhan fungsi guna lahan WP Gedebage mayoritas terjadi didominasi oleh perumahan, perdagangan dan jasa. Pola alih fungsi guna lahan dalam kurun waktu 1995-2005 terjadi pertumbuhan kawasan terbangun (built up area) yang cukup besar. Perkembangan WP Gedebage saat ini berimbas pada tumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru yang sebelumnya terkonsentrasi disepanjang jalan Sukarno Hatta, hal ini menyebabkan pola penggunaan lahan berubah dari konsentris menjadi multiple nuclei atau pusat banyak, tetapi teori Von Thunen masih dapat diaplikasikan pada WP Gedebage dikarenakan kondisi ruang yang homogen. Hasil studi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pola perubahan guna lahan, serta faktor yang mempengaruhinya, selain itu hasil studi ini dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Bandung dalam melakukan pengaturan-pengaturan yang tegas terhadap kegiatan yang belum berkembang, seperti lahan pertanian untuk kegiatan konservasi lingkungan, dan dilakukan pengendalian berbasis peraturan RDTR WP Gedebage dan RTRW Kota Bandung.