POLA ALIH FUNGSI WP GEDEBAGE TAHUN 1995 - 2005
Dalam pengembangannya, Kota Bandung dibagi menjadi 6 WP (Wilayah
Pengembangan), dengan sistem pusat pelayanan yang direncanakan terdiri atas 2 pusat
primer. Dua pusat primer yang direncanakan adalah inti pusat kota di bagian barat
dan Gedebage di bagian timur. Alih fungsi lahan yang diakibatkan pertumbuhan
penduduk dan perkembangan aktivitas dapat berdampak positif dan negatif. Peralihan
ini di satu sisi dapat meningkatkan nilai ekonomis lahan suatu wilayah, namun disisi
lain peralihan ini berdampak negatif terutama bila terjadinya alih fungsi guna lahan
yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan
lahan di masa depan sebagai implikasi pertumbuhan penduduk dan perkembangan
aktivitas di WP Gedebage, diperlukan suatu kebijakan yang dapat mendorong manfaat
positif dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi.
Tujuan dari penelitian ini adalah menemukenali pola alih fungsi guna lahan di WP
Gedebage Tahun 1995-2005. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, dilakukan
beberapa analisis yang meliputi analisis kecenderungan pertumbuhan fungsi guna lahan
yang terjadi tahun 1995-2005, alih fungsi guna lahan yang meliputi jenis guna lahan
yang tidak terbangun menjadi terbangun, guna lahan yang berubah fungsi, sebaran alih
fungsi guna lahan, dan besaran alih fungsi guna lahan dengan melakukan pertampalan
peta (overlay) penggunaan lahan tahun 1995-2005, analisis kesesuaian perubahan
fungsi guna lahan tahun 1995-2005 dikaitkan dengan teori Von Thunen yang melihat
pola perubahan fungsi guna lahan berdasarkan fungsi jalan,angkutan umum, fasilitas
umum/fasilitas sosial,serta utilitas.
Hasil analisis menunjukan bahwa Kecenderungan pertumbuhan fungsi guna lahan WP
Gedebage mayoritas terjadi didominasi oleh perumahan, perdagangan dan jasa. Pola
alih fungsi guna lahan dalam kurun waktu 1995-2005 terjadi pertumbuhan kawasan
terbangun (built up area) yang cukup besar. Perkembangan WP Gedebage saat ini
berimbas pada tumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru yang sebelumnya terkonsentrasi
disepanjang jalan Sukarno Hatta, hal ini menyebabkan pola penggunaan lahan berubah
dari konsentris menjadi multiple nuclei atau pusat banyak, tetapi teori Von Thunen
masih dapat diaplikasikan pada WP Gedebage dikarenakan kondisi ruang yang
homogen.
Hasil studi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pola perubahan guna
lahan, serta faktor yang mempengaruhinya, selain itu hasil studi ini dapat menjadi
masukan bagi Pemerintah Kota Bandung dalam melakukan pengaturan-pengaturan
yang tegas terhadap kegiatan yang belum berkembang, seperti lahan pertanian untuk
kegiatan konservasi lingkungan, dan dilakukan pengendalian berbasis peraturan RDTR
WP Gedebage dan RTRW Kota Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).POLA ALIH FUNGSI WP GEDEBAGE TAHUN 1995 - 2005 ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.POLA ALIH FUNGSI WP GEDEBAGE TAHUN 1995 - 2005 ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text
MLA Style
.POLA ALIH FUNGSI WP GEDEBAGE TAHUN 1995 - 2005 ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.POLA ALIH FUNGSI WP GEDEBAGE TAHUN 1995 - 2005 ().Teknik Planologi:FTSP,2010.Text