// <![CDATA[STUDI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR (NELAYAN) DI SEMENANJUNG NUSANIWE (KOTA AMBON)]]> TRIFOSA PEEA / 24.2006.007 Dosen Pembimbing 1 Sony Herdiana, ST., MReg.Dev. Salahudin, ST., MSi.
Wilayah pesisir di Semenanjung Nusaniwe merupakan wilayah yang dijadikan sebagai basis penangkapan ikan. Hal tersebut dikarenakan wilayah ini memiliki potensi besar untuk perikanan laut khususnya budidaya tangkap untuk jenis ikan pelagis besar. Namun potensi yang dimiliki oleh wilayah ini berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya untuk nelayan. Hal ini dapat dikarenakan kurangnya pemanfaatan sumber daya perikanan laut oleh para nelayan. Berdasarkan permsalahan tersebut maka tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir (nelayan). Untuk mencapai tujuan tersebut maka tahapan yang dilakukan yaitu dengan mengetahui perbandingan nilai manfaat dan nilai MSY, kondisi sosial-budaya, ekonomi, prasarana dan sarana, kebijakan dan kelembagaan serta tingkat kesejahteraan di wilayah Semenanjung Nusaniwe. untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan maka dilakukan survey primer dan sekunder serta melakukan wawancara dan membuat kuesioner dengan tujuan responden adalah nelayan. Alat analisis yang digunakan adalah nilai manfaat ratarata ikan laut (KTIL), policy review, deskriptif, gap analisis dan perhitungan keluarga pra sejahtera berdasarkan AGK menurut BPS Nasional dan menurut PBB. Setelah melakukan pengolahan data tersebut maka dapat disimpulkan mengenai kondisi secara umum dari para nelayan, mengetahui perbandingan nilai MSY dan nilai manfaat ikan laut di Semenanjung Nusaniwe serta mengetahui penyebab ketidakoptimalan pemanfaatan sumber daya perikanan laut dan penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka diketahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir (nelayan) adalah karena kurangnya pemanfaatan sumber daya perikanan laut (tidak optimal). Hal tersebut disebabkan oleh 2 (dua) faktor yakni kurangnya jumlah tangkapan dan harga penjualan ikan yang masih rendah. Maka saran yang dapat diberikan adalah perhatian dari pemerintah berupa bantuan alat dan modal serta pelatihan dan sosialisasi berkaitan dengan aktivitas nelayan seperti penggunaan alat tangkap, siklus ikan dan pemanfaatan sumber daya laut dengan baik tanpa merusak ekosistem laut. Selain itu, pemerintah juga dapat membuat kebijakan yang lebih menguntungkan para nelayan lokal dalam mengelola dan menjaga potensi lautnya agar tidak terjadi perebutan areal tangkapan ikan dari pihak lain atau mencegah terjadinya penangkapan ikan secara ilegal.