PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PASAR RITEL MODERN DAN KESESUAIANNYA DENGAN TEORI CENTRAL PLACE DI PERUMAHAN MARGAHAYU RAYA
Teori central place dikemukakan oleh Christaller, seorang ahli geografi Jerman pada tahun 1933. Christaller menyatakan bahwa konsumen mempunyai kecenderungan untuk mencari pusat-pusat pemenuhan kebutuhan yang terdekat, murah, mudah dicapai, sesuai, serta dapat memenuhi selera kebutuhan konsumen. Pernyataan Christaller didukung oleh prinsip-prinsip, yaitu :
1. Prinsip pasar, menyatakan bahwa konsumen ingin sedekat mungkin dengan setiap tingkat dari jenis kegiatan perdagangan.
2. Prinsip lalu-lintas, menyatakan bahwa persebaran tempat-tempat paling menguntungkan bila terletak pada jalan yang menghubungkan dua wilayah yang penting. Jalan penghubung tersebut hendaknya sependek dan selurus mungkin.
3. Prinsip administrasi, menunjukkan suatu wilayah besar yang terletak di tengah dan dikelilingi oleh wilayah-wilayah yang lebih kecil.
Salah satu dampak dari pesatnya pertumbuhan perekonomian di Timur Kota Bandung adalah pertumbuhan pasar ritel modern yang cukup pesat di Perumahan Margahayu Raya.
Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan pasar ritel modern dan kesesuaiannya dengan teori central place. Studi ini menggunakan data kuesioner untuk mengetahui persepsi masyarakat. Dari data tersebut maka dapat diketahui perspsi (tingkat kepuasan) masyarakat terhadap keberadaan pasar ritel modern dengan proses analisis menggunakan Metode Analisis Diskriminan dan Analisis Importance Performance untuk mengetahui persepsi (tingkat kepuasan) masyarakat. Adapun persepsi masyarakat terhadap keberadaan pasar ritel modern di Perumahan Margahayu Raya adalah masyarakat masih belum puas (tingkat kepuasannya rendah) karena harapan masyarakat masih belum terpenuhi dengan adanya pasar ritel modern di Perumahan Margahayu Raya.
Berdasarkan hasil analisis, maka dapat diketahui bahwa keberadaan pasar ritel modern di Perumahan Margahayu Raya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dari teori central place. Hal ini disebabkan kondisi Perumahan Margahayu Raya yang tidak homogen sehingga pola heksagonal berdasarkan K=3, K=4 dan K=7 tidak dapat terbentuk. Tidak sesuainya keberadaan pasar ritel modern dengan teori central place disebabkan juga oleh variabel-variabel kegiatan perdagangan pasar ritel modern yang tidak homogen berdasarkan analisis diskriminan dan pengamatan langsung dengan survey lapangan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PASAR RITEL MODERN DAN KESESUAIANNYA DENGAN TEORI CENTRAL PLACE DI PERUMAHAN MARGAHAYU RAYA ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PASAR RITEL MODERN DAN KESESUAIANNYA DENGAN TEORI CENTRAL PLACE DI PERUMAHAN MARGAHAYU RAYA ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
MLA Style
.PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PASAR RITEL MODERN DAN KESESUAIANNYA DENGAN TEORI CENTRAL PLACE DI PERUMAHAN MARGAHAYU RAYA ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
Turabian Style
.PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PASAR RITEL MODERN DAN KESESUAIANNYA DENGAN TEORI CENTRAL PLACE DI PERUMAHAN MARGAHAYU RAYA ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text