PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PISANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Otonomi daerah telah memberikan kewenangan penuh bagi suatu daerah untuk mengembangkan perekonomian daerah seluas-luasnya. Perwujudan otonomi daerah dari segi perekonomian adalah Pengembangan ekonomi lokal, yang dapat diwujudkan dengan mendorong berkembangnya kawasan-kawasan ekonomi produktif dengan mengoptimalkan faktor-faktor kunci pengembangan kawasan yang berdaya saing dengan tetap menekankan kepada inisiatif dan partisipasi masyarakat lokal yang kreatif dan produktif, peningkatan kualitas SDM lokal, pemanfaatan sumber daya ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan lokal, serta penciptaan lapangan pekerjaan bagi penduduk dan masyarakat setempat. Penelitian ini membahas tentang prospek pengembangan agroindustri pengolahan pisang serta dapat membantu menyerap tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran khususnya di Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prospek pengembangan Agroindustri Pisang di Kota Bandar Lampung dan membantu mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, beberapa metode analisis kuantitatif yang digunakan seperti metode analisis deskriptiff kuantitatif yang menggunakan metode analisis regresi linier, metode ini digunakan karena metode ini menggunakan model deret waktu (time series) yaitu metode peramalan dengan menggunakan analisa hubungan variabel atau studi ketergantungan suatu variabel (variabel tak bebas) pada variabel lainnya (Siagian Dergibson dan Sugiarto, 2002). Model ini digunakan untuk menganalisis data bahan baku pisang, luas lahan perkebunan pisang, pasar pisang, produksi olahan pisang, dll. Selain itu penelitian ini juga menggunakan metode analisis Location Quotient (LQ), metode ini digunakan untuk mengetahui potensi perkebunan di Kota Bandar Lampung mengetahui apakah sektor perkebunan pisang merupakan sektor basis di Propinsi Lampung secara keseluruhan dengan menggunakan jenis data hasil komoditi di daerah yang merupakan daerah utama penghasil bahan baku pisang untuk dibandingkan dengan jenis komoditi yang lain. Analisis location Quotient (LQ) merupakan perbandingan antara pendapatan relatif suatu wilayah dengan total pendapatan relatif sektor/komoditi tertentu pada tingkat daerah yang lebih luas. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis kelayakan usaha, metode ini digunakan untuk menganalisis kelayakan usaha pengembangan agroindustri pisang di Kota Bandar Lampung. Tahap analisis ini dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi (NPV, BCR dan IRR) dan BEP. Untuk mengetahui nilai NPV, BCR, IRR dan BEP dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Pudjosumarto,2002:46-49, serta penggunaan metode analisis deskriptif komparatif, metode ini digunakan dengan memakai asumsi penyerapan tenaga kerja dan pendapatan tenaga kerja pada pengembangan sektor agroindustri pisang di masa mendatang. Berdasarkan hasil dari beberapa analisis tersebut akan diketahui prospek berkembannya agroindustri pisang dilihat dari potensi faktor produksi pendukung berkembangnya usaha agroindustri pisang, peran kelayakan usaha pengembangan agroindustri pisang di Kota Bandar Lampung, serta kontribusi pengembangan agroindustri pisang terhadap pengangguran dan kemiskinan di Kota Bandar Lampung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PISANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PISANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
MLA Style
.PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PISANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
Turabian Style
.PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PISANG DI KOTA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text