// <![CDATA[EVALUASI IMPLEMENTASI PAR (PARTICIPATORY ACTION RESEARCH) PADA PROSES PENYELENGGARAAN KAMPUNG IMPROVEMENT PROGRAM (KIP) ONE VILLAGE, ONE PLAYGROUND (OVOP)]]> SATITI PURWARINI / 24.2006.018 Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, ST., MT. Ari Moravian, ST., MT.
Pola pendekatan pembangunan yang top-down pada masa lalu, kini mulai digantikan dengan pola pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif dan demokratis yang sering disebut dengan Participatory Action Research (PAR). Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjukkan suatu cara evaluasi implementasi PAR dalam suatu program partisipatif. Penelitian ini dilakukan di Babakan Asih pada kasus proses penyelenggaraan Kampung Improvement Program (KIP) One Village, One Playground (OVOP) di RT 04 RW 01 Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, WP Tegalega. Secara tidak langsung, penyelenggaraan program tersebut telah melakukan tahapan dan model “Spiral” PAR yaitu look, think, dan act sehingga tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi apakah benar proses penyelenggaraan program tersebut dengan menggunakan metode PAR dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu evaluasi deskriptif kualitatif dengan teknik sampling “purposive sampling”dan pendekatan metode analisis kualitatif (analisis domain, taksonomi, dan tema kultural), dimana menggunakan analisis struktur kejadian dan metode ilustratif yang menggunakan konsep PAR sebagai kerangka analisis. Temuan penelitian ini yaitu diketahui mekanisme program telah dilakukan sesuai dengan mekanisme tahapan dan model “Spiral” PAR, namun dimodifikasi dengan tahapan dan model yang dilakukan tidak sesuai urutan sehingga fakta-fakta dalam proses penyelenggaraan program dapat mengkonfirmasi teori PAR. Oleh karena itu, temuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi penelitian lebih lanjut; bagaimana tingkat pendampingan dan partisipasi yang terjadi dalam KIP OVOP di Babakan Asih serta program implementasi PAR lainnya. Selain itu, beberapa solusi yang menjadi rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah hal-hal yang bisa menjadi stimulan agar para aktivis sosial sebagai pendamping masyarakat dapat mengimplementasikan PAR dengan lebih baik dalam program-program pengembangan masyarakat yang partisipatif.