// <![CDATA[IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN PRASARANA PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERDAGANGAN (STUDI KASUS :]]> NADYA CANDRA K / 242006023 Dosen Pembimbing 1 Ir., I.F. Poernomosidhi, MSc., Ph.D Natalia Tanan, S.T.,M.T
Penyediaan prasarana bagi pejalan kaki saat ini mengalami perkembangan yang cukup besar, terutama pada kawasan perdagangan di kawasan pusat kota dan sub pusat kota. Dalam realisasi pemenuhan kebutuhannya, fasilitas yang tersedia antar satu fungsi kawasan yang sama masih disamakan sehingga masih belum efektif karena tidak sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, preferensi pejalan kaki, serta karakterisitik guna lahan dan lalu lintas di masingmasing kawasan. Dari beberapa permasalahan yang telah di uraiakan, sebagian besar permasalahan pejalan kaki dan fasilitasnya berkaitan dengan segi kenyamanan, penyediaan prasarana pejalan kaki dan karakterisitik pejalan kaki. Kota Yogyakarta merupakan salah satu contoh kota besar yang memiliki beberapa lokasi kawasan perdagangan, diantaranya kawasan perdagangan Jl K.H Ahmad Dahlan yang berada di sub pusat kota, dan kawasan perdagangan di Jl Adi Sucipto, di sekitar Plasa Ambarukmo yang terletak di daerah transisi/pinggiran Kota Yogyakarta. Kedua lokasi tersebut memiliki prasarana pejalan kaki yang sudah cukup memadai, tetapi masih memiliki kekurangan, terutama dalam segi kenyamanan, dan kesesuain kebutuhan prasarana pejalan kaki berdasarkan karakteristik, persepsi, dan preferensi pejalan kaki di kawasan tersebut. Beberapa tahapan penelitian yang dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan prasarana pejalan kaki yang sesuai dengan karakteristik, persepsi,serta preferensi pejalan kaki diantaranya mengidentifikasi karakteristik pejalan kaki, karakterstik pergerakan baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, kondisi eksisting prasarana dan fasilitas pendukung pejalan kaki. Identifikasi dilakukan dengan cara perhitungan dan penyebaran kuesioner secara langsung. Selain itu, dilakukan juga analisis terhadap tingkat pelayanan trotoar dan juga kebutuhan fasilitas penyebrangan. Upaya pemenuhan kebutuhan prasarana pejalan kaki yang dapat dilakukan diantaranya melakuakn penataan kembali fasilitas pejalan kaki disepnajang trotoar, relokasi PKL, perbaikan permukaan trotoar, dan juga penyediaan fasilitas penyebrangan.