ARAHAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BERDASARKAN TIPOLOGI TINGKAT KEMAJUAN DI KABUPATEN GARUT
Suatu strategi arahan kebijakan sangat dibutuhkan dalam pembangunan perdesaan terutama untuk wilayah-wilayah tertinggal. Pemerintah pusat melalui Kementrian Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Tertinggal telah menetapkan daerah-daerah yang digolongkan sebagai daerah tertinggal. Untuk Provinsi Jawa Barat, salah satunya adalah Kabupaten Garut. Perdesaan di Kabupaten Garut dikategorikan tertinggal karena sebagian besar perdesaannya terletak di daerah pegunungan dan hutan, sehingga aksesibilitas, prasarana dan sarana, kesejahteraan, sumberdaya manusia, karakteristik lingkungan fisik wilayah, dan perekonomiannya pun masih kurang dan perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalah tersebut salah satunya yaitu dengan membuat program-program atau strategi kebijakan yang bisa membangun desa-desa tersebut salah satunya yaitu dengan tipologi desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan pembangunan pedesaan yang spesifik berdasarkan tipologi tingkat kemajuan desa, sehingga dari tujuan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketertinggalan dan dapat mensejahterakan
Penentuan tipologi ini dilakukan berdasarkan beberapa variabel yang diturunkan dalam beberapa indikator yaitu, yaitu topografi, lokasi terhadap hutan, penggunaan lahan, jumlah penduduk, kepadatan penduduk, persentase keluarga pertanian, sumber penghasilan utama, komoditas pertanian utama, penggunaan listrik, jumlah sarana pendidikan, jumlah sarana kesehatan, keluarga yang berlangganan telepon, dan jumlah tempat ibadah. Kemudian dianalis dengan menggunakan analisis faktor dan analisis klaster. Analisis faktor bertujuan untuk mengelompokan variabel-variabel tersebut sehingga menjadi beberapa faktor, dan berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh 7 faktor yang dapat mempengaruhi tipologi desa. Sedangkan analisis faktor bertujuan untuk memperoleh tipologi dari variabel-variabel tersebut, dan berdasarkan hasil analisis klaster tipologi yang terbentuk yaitu 5 (lima) tipologi, untuk tipologi 1 (satu) adalah desa sangat maju (18 desa), tipologi 2 (dua) adalah desa maju (120 desa), tipologi 3 (tiga) adalah desa cukup maju (1 desa), tipologi 4 (empat) adalah desa tertinggal (261 desa) dan tipologi 5 (lima) adalah desa sangat tertinggal (4 desa).
Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa perdesaan di Kabupaten Garut sebagian besar masuk dalam tipologi 4 (empat) yaitu desa tertinggal. Sehingga arahan pembangunannya lebih di prioritaskan pada tipologi 4 (empat) dan 5 (lima) yaitu dengan perbaikan dan peningkatan prasarana dan sarana perdesaan, karena sarana dan prasarana perdesaan pada wilyah tersebut masih belum optimal sehingga membuat wilayah tersebut menjadi terpencil dan terisolasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).ARAHAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BERDASARKAN TIPOLOGI TINGKAT KEMAJUAN DI KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ARAHAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BERDASARKAN TIPOLOGI TINGKAT KEMAJUAN DI KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
MLA Style
.ARAHAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BERDASARKAN TIPOLOGI TINGKAT KEMAJUAN DI KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
Turabian Style
.ARAHAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BERDASARKAN TIPOLOGI TINGKAT KEMAJUAN DI KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text