KAJIAN PERMASALAHAN DAN UPAYA PENINGKATAN PEMANFAATAN RENCANA TATA RUANG OLEH PROGRAM SEKTORAL KECIPTAKARYAAN DI KOTA BANDUNG
Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya, namun
dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, pembangunan kita jauh
tertinggal. Permasalahan pembangunan Indonesia adalah masalah inefisiensi
birokrasi pemerintah, dan masalah pelayanan infrastruktur. Dirjen Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum (2010) menjelaskan terdapat ketidaksinergisan dan
keterpaduan rencana pembangunan dengan perencanaan spatial yang tertuang
dalam dokumen rencana tata ruang (RTRW dan RDTR). Untuk mendalami hal
tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang permasalahan pemanfaatan
Rencana Tata Ruang oleh sektor keciptakaryaan di Kota Bandung.
Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh dan
mendalam tentang permasalahan pemanfaatan rencana tata ruang oleh program
sektor keciptakaryaan berdasarkan persepsi stakeholder serta merumuskan upaya
apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan Rencana Tata Ruang
oleh Sektor Keciptakaryaan di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini ialah metode kualitatif dan kuantitatif dengan AHP. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, penyebaran kuesioner AHP,
observasi, dan studi dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian lapangan dan analisis dapat dirumuskan
kesimpulan sebagai berikut: Rencana sektor keciptakaryaan (Air bersih, limbah,
sampah, drainase, jalan lingkungan) yang disusun oleh Dinas sektoral secara
prosedural sudah diselaraskan dengan materi Rencana Tata Ruang, namun masih
terdapat berbagai kekurangan. Berdasarkan Analisis Hierarki Process, Prioritas
dalam upaya peningkatan pemanfaatan Rencana Tata Ruang oleh Sektor
Keciptakaryaan yang pertama ialah Meningkatkan efektifitas kepemimpinan dengan
nilai pembobotan sebesar 0,206. Selanjutnya Meningkatkan kualitas SDM dengan
nilai pembobotan sebesar 0,181, Meningkatkan kualitas sektor Keciptakaryaan
dalam Rencana Tata Ruang dengan nilai pembobotan sebesar 0,158, Memperbaiki
mekanisme perencanaan dengan nilai pembobotan sebesar 0,126, Mengefektifkan
monitoring dan evaluasi Perencanaan Pembangunan dengan nilai pembobotan
sebesar 0,115, Menyediakan pedoman sinkronisasi dengan nilai pembobotan sebesar
0.111 serta Mengembangkan Sistem Informasi Perencanaan dengan nilai
pembobotan sebesar 0,103.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).KAJIAN PERMASALAHAN DAN UPAYA PENINGKATAN PEMANFAATAN RENCANA TATA RUANG OLEH PROGRAM SEKTORAL KECIPTAKARYAAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN PERMASALAHAN DAN UPAYA PENINGKATAN PEMANFAATAN RENCANA TATA RUANG OLEH PROGRAM SEKTORAL KECIPTAKARYAAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
MLA Style
.KAJIAN PERMASALAHAN DAN UPAYA PENINGKATAN PEMANFAATAN RENCANA TATA RUANG OLEH PROGRAM SEKTORAL KECIPTAKARYAAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text
Turabian Style
.KAJIAN PERMASALAHAN DAN UPAYA PENINGKATAN PEMANFAATAN RENCANA TATA RUANG OLEH PROGRAM SEKTORAL KECIPTAKARYAAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2011.Text