MODEL DINAMIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP AIR LIMPASAN PERMUKAAN (STUDI KASUS: WP CIBEUNYING KOTA BANDUNG)
Perkembangan suatu kota adalah hal yang tak bisa dihindari, dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan penduduk, menyebabkan meningkatnya aktivitas perkotaan. Dalam mengakomodasi aktivitas kota tersebut, dibutuhkan lahan sebagai salah satu modal dasar untuk berjalannya suatu aktivitas. Sebagai modal dasar, penggunaan lahan perlu mendapat perhatian khusus. Persediaan lahan yang terbatas menyebabkan terjadinya kompetisi antar aktivitas untuk memperoleh lahan, dan pada suatu saat akan terjadi perubahan penggunaan lahan dari suatu aktivitas menjadi aktivitas lain yang lebih produktif.
Kawasan Wilayah Pengembagan Cibeunying sebagai wilayah konservasi dan pusat pelayanan sekala lokal dan regional bagi Kota Bandung, merupakan salah satu contoh nyata telah terjadinya perubahan penggunaan lahan. Hal ini ditandai oleh adanya perkembangnya penggunaan lahan terbangun. Saat ini pertumbuhan penggunaan guna lahan untuk kawasan terbangun terus meningkat secara linier, sedangkan untuk kawasan belum terbangun cenderung menurun. Pertumbuhan tersebut berdampak kepada peningakata air limpasan permukaan di WP Cibeunying. Peningkatan air limpasan permukaan yang terjadi dimana pada tahun 2006 jumlah air limpasan untuk kawasan terbangun 862 mm3/dtk belum terbangun 25,42 mm3/dtk dan tidak terbangun 26,71 mm3/dtk.
Selain itu berdasarkan perkembangannya setiap tahun, diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah dalam beberapa tahun kedepan, hal ini dilihat dari perkembangan jumlah penduduk dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,81% dan pertumbuhan ekonomidengan laju pertumbuhan PDRB sebsear 7,53% hal ini menyababkan akan terjadi peningkatan pemintaan kawasan terbangun baik untuk kegiatan penduduk berupa perumahan ataupun untuk kegiatan ekonomi yaitu perdagangan dan jasa. Berdasarakan simulasi model sistem dinamis, diketahui bahwa jumlah penduduk pada tahun 2025 sebesar 605.544,18 jiwa, jumlah pendapatan daerah berdasarkan jumlah PDRB tahun 2025 sebesar 17,52 juta, kawasan terbangun pada tahun 2025 sebesar 2520.92 Ha dan air limpasan permukaan pada tahun 2025 sebesar 1104.22 mm3/dtk. Di dalam penanganan simulasi dasar tersebut, peneliti melakukan dengan tiga konsep simulasi kebijakan yaitu dengan menekan laju pertumbuhan penduduk, intensitas penggunaan lahan dengan meyediakan perumahan vertikal dan peyedian jaringan drainase baik dalam peningkatan kapasitas maupun meningkatakan skala pelayanan.
Ketiga konsep penanganan masalah tersebut yang dapat menghasilkan penurunan air limpasan permukaan. Penurunan air limpasan permukaan untuk simulasi dengan konsep menekan laju pertumbuhan penduduk mengurangi jumlah air limpasan permukaan untuk tahun 2025 sebesar 1.078,66 mm3/dtk, untuk konsep kedua yaitu intensitas pemanfaatan lahan dengan cara penyedian perumahan vertikal mampu mengurangi air limpasan permukaan untuk tahun 2025 sebesar 901,15 mm3/dtk dan untuk penyediaan jaringan drainase baik dalam peningkatan kapasitas maupun meningkatkan skala pelayanan mampu mengurangi air limpasan permukaan pada tahun 2025 sebesar 130,69 mm3/dtk.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).MODEL DINAMIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP AIR LIMPASAN PERMUKAAN (STUDI KASUS: WP CIBEUNYING KOTA BANDUNG) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.MODEL DINAMIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP AIR LIMPASAN PERMUKAAN (STUDI KASUS: WP CIBEUNYING KOTA BANDUNG) ().Teknik Planologi:FTSP,2012.Text
MLA Style
.MODEL DINAMIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP AIR LIMPASAN PERMUKAAN (STUDI KASUS: WP CIBEUNYING KOTA BANDUNG) ().Teknik Planologi:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.MODEL DINAMIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP AIR LIMPASAN PERMUKAAN (STUDI KASUS: WP CIBEUNYING KOTA BANDUNG) ().Teknik Planologi:FTSP,2012.Text