// <![CDATA[IDENTIFIKASI KEBUTUHAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KOTA PONTIANAK]]> Rizky Azhari/242007035 Penulis Widya Suryadini, ST., M.T.
Kota Pontianak adalah kota yang memiliki visi untuk menjadi kota berwawasan lingkungan. Penggunaan moda angkutan yang ramah lingkungan bisa menjadi salah satu solusi mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan. Salah satu moda angkutan yang dapat digunakan untuk menuju tempat tujuan sekaligus ramah lingkungan adalah dengan berjalan kaki pada fasilitas pejalan kaki yang tersedia. Permasalahan yang terjadi adalah penyediaan fasilitas tersebut belum memadai dari aspek kenyamanan, keselamatan, dan keamanan, serta belum tersedia merata di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak. Fenomena ini harus mendapat masukan dari data persepsi dan preferensi masyarakat yang melakukan kegiatan dengan berjalan kaki untuk dapat mendukung pengamatan langsung kondisi fasilitas pejalan kaki di lapangan. Untuk mengetahui hal tersebut, perlu ada penelitian yang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan fasilitas pejalan kaki. Tujuan penelitian di atas dapat dicapai dengan melakukan identifikasi terhadap variabel, indikator, dan kriteria fasilitas pejalan kaki, kondisi fasilitas pejalan kaki, profil dan perilaku pejalan kaki saat berjalan kaki di ruas jalan studi, dan identifikasi persepsi preferensi masyarakat tentang fasilitas pejalan kaki. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dan pengukuran variabel penilaian melalui satu atau lebih indikator penilaian. Pendekatan dilakukan baik melalui survey primer maupun survey sekunder sebagai landasan dalam melakukan analisis. Studi dimulai dengan melihat ruas jalan mana saja yang paling membutuhkan fasilitas pejalan kaki. Analisis dimulai dengan identifikasi terhadap persepsi dan preferensi masyarakat terhadap fasilitas pejalan kaki dan membandingkan dengan kondisi saat ini di lapangan. Selanjutnya dilakukan pengelompokan hasil pengamatan dan persepsi preferensi pejalan kaki ke dalam aspek kenyamanan, keselamatan, dan keamanan. Langkah terakhir adalah pembobotan untuk dapat mengetahui ruas jalan atau daerah mana saja yang telah atau belum mencukupi kebutuhan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan fasiltas pejalan kaki. Hasil studi menunjukkan fasilitas pejalan kaki yang telah memenuhi indikator dari aspek kenyamanan adalah daerah Pasar Kemuning (Jalan Prof M Yamin). Fasilitas pejalan kaki yang telah memenuhi indikator dari aspek keselamatan adalah daerah Pasar Kemuning (Jalan Prof M Yamin) dan Jalan Tanjungpura. Fasilitas pejalan kaki yang telah memenuhi indikator dari aspek keamanan dari resiko tindakan kriminal adalah fasilitas pejalan kaki pada ruas Jalan Gajahmada, daerah Pasar Siantan (Jalan Gusti Situt Machmud), daerah Pasar Kemuning (Jalan Prof M Yamin), dan ruas Jalan Tanjungpura. Rekomendasi yang dapat menjadi masukan adalah pelebaran dan penambahan trotoar di tujuh ruas jalan studi agar lebar dan menerus, dan juga penambahan penyeberangan zebra serta lampu penerangan dan pohon peneduh.