// <![CDATA[ANALISIS DAMPAK EKONOMI WISATA BAHARI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI PULAU TIDUNG]]> ANNISA AYU ANGGRAENI/242008013 Penulis Achadiat Dritasto, Ir, M.T
Pulau Tidung merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang berkembang ke arah pariwisata bahari. Saat ini Pulau Tidung menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang paling diminati oleh wisatawan baik wisatawan domestik dan non domestik. Adanya kegiatan wisata ini maka dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, seperti peningkatan pendapatan, peningkatan kesempatan kerja, dan peluang usaha. Jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Tidung sangat berpengaruh terhadap pendapatan yang dimiliki oleh masyarakat lokal yang berada di sana. Hal ini dikarenakan wisatawan yang datang akan mengeluarkan sebagian uangnya untuk kegiatan wisata yang ada di Pulau Tidung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kegiatan wisata terhadap pendapatan masyarakat di Pulau Tidung, dengan sasaran yang ingin dicapai adalah (1) teridentifikasinya karakteristik wisatawan, unit usaha, dan tenaga kerja yang terkait dengan kegiatan wisata di Pulau Tidung, dan (2) teridentifikasinya dampak ekonomi masyarakat yang terkait kegiatan wisata di Pulau Tidung. Metode yang digunakan dalam menganalisis karakteristik wisatawan, unit usaha, dan tenaga kerja diolah secara deskriptif. Selain itu, dalam menganalisis dampak ekonomi dari kegiatan wisata di Pulau Tidung menggunakan Keynesian Income Multiplier dengan melihat dampak langsung (direct), dampak tidak langsung (indirect), dan dampak lanjutan (induced). Berdasarkan hasil analisis mengenai karakteristik wisatawan, mayoritas umur wisatawan yang datang ke Pulau Tidung berkisar 21-25 tahun, didominasi oleh mahasiswa, dengan kisaran pendapatan Rp. 500.000-Rp. 1.500.000 per bulan, kebanyakan wisatawan yang datang berasal dari Jakarta dan datang secara berkelompok sebanyak 5-10 orang dengan rata-rata pengeluaran untuk wisata sebesar Rp. 459.667. Unit usaha yang berkembang di Pulau Tidung seperti warung makan, jasa catering, kios warung, penginapan, penyewaan alat, transportasi kapal lokal, souvenir, penyewa sepeda, dan pemandu wisata (guide) dengan total pendapatan sebesar Rp. 530.216.678 per bulan. Rata-rata jumlah pendapatan tenaga kerja yang bekerja di unit usaha mendapatkan upah sebesar Rp. 473.232 per bulan. Selain itu, berdasarkan hasil analisis dampak ekonomi terhadap masyarakat seiring berkembangnya kegiatan wisata di Pulau Tidung didapat dampak ekonomi langsung (direct) sebesar 39,41%, dampak ekonomi tidak langsung (indirect) sebesar 39,72%, dan dampak lanjutan (induced) sebesar 82,68%. Nilai Keynesian Income Multiplier sebesar 0,28, Nilai Ratio Income Multiplier Tipe I sebesar 1,35, dan Nilai Ratio Income Multiplier Tipe II sebesar 1,59. Keberadaan wisata di Pulau Tidung telah memberikan dampak ekonomi terhadap perekonomian masyarakat lokal walaupun dampak yang dirasakan masih terbilang kecil.