// <![CDATA[PENYUSUNAN STRATEGI WISATA MINAT KHUSUS DI KAMPUNG CODE, KOTA YOGYAKARTA]]> ARIA ADRIAN/242008030 Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, S.T., M.T.
Banyaknya akan kebutuhan tempat tinggal dan tingginya urbanisasi membuat Kota Jogja menjadi pilihan berbagai orang luar Kota Jogja untuk dijadikan tempat tinggal. Namun, kondisi ekonomi tidak memungkinkan bagi para pendatang untuk tinggal di rumah tinggal, melainkan tinggal di tepi sungai Code. Pada tahun 1983, Romo Mangun yang merupakan tokoh budaya disana merasa prihatin dengan kondisi masyarakat pinggir sungai, pada saat itu bersama kelompok sosialnya membangun kampung yang pada awalnya ditentang oleh pemerintah kota. Namun, tidak disangka, kampung tersebut menjadi kampung yang menarik, dan mendapatkan berbagai penghargaan, dan menjadi salah satu destinasi wisata alternative Kota Jogja. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas diperlukan suatu kajian mengenai menemukan potensi, masalah, dan isu strategis sehingga mengetahui apa yang menjadi inti dari ketiga poin tersebut yang akan menjadikan Kawawan Kampung Code menjadi obyek wisata minat khusus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis identifikasi potensi, masalah, dan isu strategis Kawasan Kampung Code sebagai wisata minat khusus. Setelah potensi dan masalah diketahui, kemudian akan dilakukan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT untuk mengetahui faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan eksternal (peluang, ancaman), setelah itu akan mengetahui beberapa inti strategi yang akan dijadikan isu strategis. Dari analisis SWOT, faktor internal yang didapat yaitu adanya aktivitas wisata yang menunjang potensi kampung, yaitu wisata daily life, Merti Code, Riverview, museum Romo Mangun, dan kegiatan proses pemilahan sampah. Kemudian yang menjadi masalah internal yaitu belum disiapkannya masyarakat untuk dijadikan pengguna dan pengelola wisata. Faktor eksternalnya yaitu terhadap pemanfaatan pihak ketiga dalam memasarkan Kampung Code sebagai obyek wisata, kemudian memanfaatkan keadaan lingkungan di luar kampung sebagai pusat kegiatan ekonomi yang dapat dijadikan sumber investasi dalam mengembangkan Kampung Code. Kemudian setelah menemukan faktor internal dan eksternal, lalu diambil intik untuk dijadikan isu strategis. Ada 3 faktor utama isu strategis yang didapat, yaitu aktivitas sebagai pusat kegiatan wisata di dalam dan luar kampung, lalu user dimana masyarakat dan wisatawan menjadi pengguna kegiatan wisata, dan terakhir yaitu provider adalah orang yang membantu proses kegiatan wisata. Masyarakat kampung dan Pemerti Code merupakan bagian dari provider. Fokus utamanya yaitu membentuk masyarakat kampung yang berdaya saing yang mempu membantu kampungnya menjadi lebih baik.