// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENGARUH KEBERADAAN POOL SHUTTLE SERVICE JURUSAN BANDUNG-JAKARTA TERHADAP SEKTOR INFORMAL]]> MUHAMMAD RIZKI AKBAR / 242008006 Dosen Pembimbing 1 Sony Herdiana, ST, MDev.Reg Penulis
Kota-kota di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam pengertian intensitas aktivitas sosio-ekonomi dan luas wilayah perkotaannya seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi. Sarana transportasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam perkembangan kota dan keterikatannya dengan kota lain serta kehidupan manusia. Tingginya jumlah perjalanan antara Kota Bandung dan Jakarta menunjukkan keterkaitan yang tinggi antara kedua kota tersebut. Meningkatnya lalu lintas antara Jakarta-Bandung dan sebaliknya mengakibatkan kebutuhan akan layanan moda transportasi pun turut meningkat. Peluang ini ditanggapi cepat oleh para pebisnis dengan membuka layanan travel point to point atau kerap disebut shuttle service. Semakin berkembang dan maraknya shuttle service yang ada di Kota Bandung akan menghasilkan dampak positif dan negative terhadap masyarakat di sekitar pool dari aspek fisik, sosial, dan ekonomi. Sektor informal merupakan salah satu dampak yang dihasilkan adanya keberadaan pool-pool shuttle service. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi atas pengaruh dari keberadaan pool shuttle service terhadap sektor informal distribusi kecil-kecilan di sekitaran pool travel dengan variabel fisik, sosial dan ekonomi, yang akan di identifikasi berdasarkan identifikasi jenis usaha sektor informal di sekitar pool, identifikasi penggunaan lahan sektor informal di sekitar pool, identifikasi pengaruh ekonomi dan sosial yang didapatkan sektor informal dari keberadaan sekitar pool. Berdasarkan dari identifikasi tersebut didapatkan Sektor informal merupakan salah satu yang terkena dampak yang dihasilkan adanya keberadaan pool-pool shuttle service baik itu dampak psotif atau negative. Positifnya pool travel memberikan pengaruh kepada pelaku informal dalam melakukan usaha nya sehingga mendapatkan peningkatan pendapatan sebesar 0-40% dan dapat menyerap tenaga kerja. Timbulnya sektor informal disekitar pool juga memberikan dampak negative terhadap kota bandung. Rata-rata pelaku sektor informal di sekitar pool travel menempati ruang yang tidak seharusnya mereka berjualan yaitu di trotoar dan badan jalan.