// <![CDATA[EVALUASI KESIAPAN PPI KUALA MEMPAWAH DALAM MENDUKUNG KOTA MEMPAWAH SEBAGAI KAWASAN MINAPOLITAN]]> ORNELA SARI MARSA / 242009007 Dosen Pembimbing 1 Akhmad Setiobudi, Ir., M.T Penulis
Konsep Minapolitan pada dasarnya merupakan upaya untuk mendorong pengembangan kawasan berbasis pada sektor perikanan. Serta dapat membantu suatu daerah dalam meningkatkan perekonomian dan pertumbuhan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai penggerak utamanya. Sentra produksi dan perdagangan perikanan tangkap yang dapat dijadikan penggerak utama ekonomi di kawasan minapolitan adalah pelabuhan perikanan PPI Kula Mempawah merupakan kawasan minapolitan karena sebagai sentra produksi dan perdagangan perikanan tangkap. Pelabuhan perikanan yang terdapat di Kuala Mempawah memberikan peran tersendiri dalam mendukung konsep minapolitan. Untuk itu perlu adanya kajian mengenai kesiapan PPI Kuala Mempawah dalam mendukung Kota Mempawah sebagai kawasan minapolitan. Aspek dalam penelitian ini yaitu kebijakan, ketersediaan & kondisi fasilitas, volume ikan dan supply ikan, serta aksesibilitas terhadap jangkauan pelayanan ikan di PPI Kuala Mempawah. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi kesiapan PPI Kuala Mempawah dalam mendukung Kota Mempawah sebagai kawasan minapolitan. Lingkup dari wilayah studi ini di PPI Kuala Mempawah Kota Mempawah, Kabupaten Pontianak. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan survei primer dan survei sekunder di lokasi studi. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah penelitian deskripftif komparatif. Analisis data kuantitatif pada penelitian ini berupa perhitungan analisis proyeksi volume ikan di PPI Kuala Mempawah dan analisis kontribusi PPI Kuala Mempawah dalam men-supply ikan di Kabupaten Pontianak dan di luar Kabupaten Pontianak. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa kebijakan yang telah diatur oleh pemerintah Kota Mempawah maupun Kabupaten Pontianak telah mendukung pengembangan PPI Kuala Mempawah. Pada aspek fasilitas perlu ada peningkatan ketersediaan fasilitas. Saat ini fasilitas yang tersedia di PPI Kuala Mempawah yaitu untuk fasilitas pokok sebesar 80 %, fasilitas fungsional sebesar 85,71%, dan fasilitas penunjang sebesar 40 %. Kondisi fasilitas yang terdapat di PPI Kuala Mempawah telah memenuhi kriteria teknis pelabuhan perikanan.Tetapi terdapat permasalahan terkait kondisi kapal. Bahwa 80 % kondisi kapal tidak layak berlayar. Dan untuk fasilitas lainnya yaitu pabrik es dan cold storage belum dialiri listrik karena daya listrik di PPI Kuala Mempawah hanya 7.950. Sedangkan kebutuhan daya listik sebesar 105 kVA atau sekitar 84 Kilo Watt. Pada aspek volume perikanan ditemukan hasil bahwa pada tahun eksisting volume ikan di PPI Kuala Mempawah dibawah rata-rata dari standar yang ditetapkan, serta hasil perhitungan 10 tahun mendatang, volume ikan yang didaratkan di PPI Kuala Mempawah yaitu 1.316 ton/tahun atau sekitar 3,76 ton/hari. Itu artinya PPI Kuala Mempawah masih belum mampu mendaratkan ikan tangkap diatas rata-rata yang telah ditetapkan yaitu sebesar 10 ton/hari. Pada tahun 2021 PPI Kuala Mempawah hanya mampu berkontribusi sebesar 2,31 % dalam men-supply ikan di Kabupaten Pontianak dan di luar Kabupaten Pontianak. Dan pada aspek aksesibilitas ditemukan hasil bahwa ikan-ikan yang didistribusikan ke lokasi permintaan ikan sampai pada waktu sebelum estimasti ketahanan ikan bertahan.