// <![CDATA[PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI KABUPATEN RAJA AMPAT DALAM MENUNJANG KEGIATAN PARIWISATA PULAU-PULAU KECIL]]> PRILLY NORA AYU BOEKORSJOM / 242009016 Dosen Pembimbing 1 Ratna Agustina, S.T, M.T Penulis
Kabupaten Raja Ampat (KRA) terletak di ujung Barat Pulau Papua tepat di bagian kepala burung. KRA terdiri dari ratusan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya, terutama ke-empat pulau besar, yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Kawasan ini memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tersebar secara merata hampir di setiap pulau-pulau dalam wilayah KRA. Persebaran objek dan daya tarik wisata di setiap pulau tentunya akan berhubungan dengan pergerakan yang dilakukan dari satu pulau ke pulau lainnya dengan menggunakan alat transportasi. Dengan demikian peran transportasi sangat penting dalam mengembangkan pariwisata antarpulau di KRA. Hal ini tentunya harus didukung dengan penyediaan sarana prasarana transportasi yang memadai, namun pada kenyataannya fasilitas transportasi masih belum dapat dikatakan memadai. Selain persoalan penyediaan fasilitas transportasi, persoalan utama yaitu mahalnya biaya transportasi akibat pelayanan angkutan wisata masih didominasi oleh peran swasta. Tujuan dari penelitian ini adalah “Mengembangkan sistem transportasi di Kabupaten Raja Ampat dalam upaya meningkatkan pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil”. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode sekunder dan metode primer. Metode sekunder yaitu pengumpulan data dengan melakukan survei ke instansi dan juga beberapa resort. Metode primer yang digunakan yaitu berupa observasi dan wawancara secara langsung kepada pihak instansi dan resort. Dari hasil penelitian, Pulau Waigeo memiliki potensi wisata yang cukup besar, untuk beberapa tempat di Pulau Waigeo memiliki jarak yang berdekatan dan dapat dijangkau oleh moda angkutan yang saat ini tersedia. Khususnya pengembangan traansportasi yang dikembangkan di Pulau Mansuar dan Kri dengan menetapkan jalur pelayanan reguler berdasarkan rute dan jadwal yang tetap untuk mengelilingi pulau-pulau kecil yang ada di Pulau Mansuar dan Kri. Pengembangan transportasi ke Pulau Wayag dikembangkan melalui jalur pelayanan reguler juga ditambah kapal yang kecepatannya lebih tinggi karena potensi wisata sangat besar dan permintaan kesana sangat banyak sehingga aksesnya akan menjadi tinggi. Pulau Misool memiliki karakteristik wilayah dan potensi wisata yang sama dengan Pulau Wayag sehingga pengembangan transportasinya sama, namun perbedaannya akseibilitas ke Pulau Misool rendah dikarenakan faktor cuaca pada musim tertentu yang membuat kapal tidak dapat berlayar. Jalur khusus ke Pulau Batanta dapat dibuat dengan jalur reguler melalui penambahan speedboat dan longboat sehingga aksesibilitas ke Pulau Batanta tetap tinggi. Pulau Salawati merupakan tempat tujuan wisata dan juga pusat aktivitas yang tentunya membutuhkan moda transportasi yang cepat dengan frekuensi yang sering. Pengembangan jalur pelayanan ke Pulau Salawati yaitu pelayanan kapal ferry cepat dengan aksesibilitas tinggi.