PENGELOLAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA BANDUNG MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ASURANSI
Seperti kota - kota lain yang tengah berkembang, Bandung sarat dengan dinamika dan persoalan pengelolaan. Salah satu persoalan penting yang seringkali luput dari perhatian masyarakat dan pengelola kota adalah terlantarnya bahkan hilangnya bangunan cagar budaya. Tidak bisa dipungkiri, hal ini sangat erat kaitannya dengan tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat akan hakikat pelestarian bangunan cagar budaya, berupa anggaran biaya pemeliharaan yang tidak sedikit oleh pemilik maupun pengguna bangunan. Permasalahan lain yang dihadapi saat ini adalah banyaknya bangunan cagar budaya Kota Bandung yang beralih fungsi sehingga diperlukan upaya pengelolaan berupa pembinaan, perlindungan dan pemanfaatan bangunan cagar budaya sesuai kaidah dan prinsip-prinsip konservasi.
Berlakunya Perda No. 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya di Kota Bandung menuntut diperlukannya upaya perlindungan terhadap bangunan cagar budaya beserta kawasannya secara komprehensif, yang merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Oleh karena itu perlu tindakan perlindungan berupa pencegahan dan penanggulangan potensi gejala atau akibat yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran bagi nilai manfaat maupun keutuhan bangunan cagar budaya.
Dari uraian diatas, permasalahan studi yang diangkat adalah karakteristik pengelolaan bangunan cagar budaya dengan merumuskan alternatif pendekatan manajemen risiko berbasis asuransi yang disebabkan oleh kelalaian tindakan manusia maupun faktor alam. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah tersusunnya karakteristik bangunan cagar budaya berdasarkan 2 (dua) tinjauan berupa tinjauan historis meliputi 3 (tiga) karakteristik yaitu karakteristik golongan, arsitektur dan umur bangunan serta tinjauan kondisi eksisting meliputi 3 (tiga) karakteristik yaitu karakteristik kawasan, perubahan fungsi dan status kepemilikan bangunan. Setelah tersusunnya karakteristik, memudahkan identifikasi tingkat risiko bencana masing-masing kawasan cagar budaya. Akhirnya dapat dirumuskan strategi pengelolaan kawasan dan bangunan cagar budaya Kota Bandung melalui pendekatan manajemen risiko berbasis asuransi.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metoda deskriptif dengan tahapan yaitu studi literatur (pengumpulan data sekunder), observasi lapangan (pengumpulan data primer) dan analisis manajemen risiko dalam pengelolaan bangunan cagar budaya, yang kami elaborasi dalam 3 (tiga) variabel, yaitu identifikasi risiko bencana, analisa tingkat risiko bencana dan pengendalian risiko bencana berdasarkan status asuransi bangunan cagar budaya. Fakta empiris menunjukkan bahwa dari 99 bangunan cagar budaya Kota Bandung golongan A yang berasuransi hanya sebanyak 28 unit bangunan (28,28 %). Sedangkan yang tidak berasuransi sebanyak 71 unit bangunan (71,72 %). Maka, salah satu teknik pengendalian risiko finansial yang potensial dialami oleh bangunan cagar budaya karena kelalaian tindakan manusia maupun faktor alam adalah mengalihkan risiko yang ada ke perusahaan asuransi berupa penggunaan produk Asuransi Kebakaran (PSAKI-Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia) dan Asuransi Property All Risk dimana preminya dapat dianggarkan dalam APBD Kota Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2013).PENGELOLAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA BANDUNG MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ASURANSI ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENGELOLAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA BANDUNG MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ASURANSI ().Teknik Planologi:FTSP,2013.Text
MLA Style
.PENGELOLAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA BANDUNG MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ASURANSI ().Teknik Planologi:FTSP,2013.Text
Turabian Style
.PENGELOLAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA BANDUNG MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ASURANSI ().Teknik Planologi:FTSP,2013.Text