// <![CDATA[EVALUASI PENYEDIAAN FASILITAS SEPEDA KOTA BANDUNG]]> RISSA HARDA / 242006021 Penulis Sony Herdiana, ST., M.Reg.Dev. Dosen Pembimbing 1
Kota Bandung sebagai kota dengan berbagai pusat kegiatan, seperti pendidikan, perdagangan, hingga wisata menyebabkan penggunaan kendaraan bermotor di Kota Bandung sangat tinggi, baik oleh masyarakat setempat maupun untuk keperluan wisata. Permasalahan ini berimplikasi pada beberapa masalah, seperti berkurangnya daya dukung lingkungan, kemacetan, dan polusi udara. Berbagai dampak lingkungan yang muncul mendorong munculnya gerakan untuk mengembangkan suatu sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan yang dikenal sebagai transportasi berkelanjutan (Sustainable Transportation). Dalam konteks perencanaan kota, konsep ini diterjemahkan sebagai upaya peningkatan fasilitas transportasi yang murah dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya di kawasan CBD (Central Business District). Salah satu upayanya adalah dengan peningkatan fasilitas bagi komunitas bersepeda. Agar masyarakat mau menggunakan sepeda untuk transportasi, harus disediakan fasilitas sepeda yang aman dan nyaman bagi pengendara sepeda. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penyediaan fasilitas sepeda di Kota Bandung berdasarkan standar fasilitas sepeda perkotaan yang sesuai dengan keamanan dan kenyamanan pengendara sepeda. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian akan diarahkan kepada sasaran sebagai berikut: mengidentifikasi standar fasilitas sepeda perkotaan, mengidentifikasi kondisi eksisting fasilitas sepeda di Kota Bandung, dan mengevaluasi kondisi eksisting fasilitas sepeda Kota Bandung apakah sudah memenuhi standar fasilitas sepeda perkotaan. Paradigma penelitian yang digunakan dalam studi penelitian ini adalah paradigma penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif ini ditujukan untuk menjelaskan mengenai identifikasi persoalan persoalan fasilitas sepeda yang menghambat perjalanan sepeda, menyusun arahan kesesuaian penyediaan fasilitas sepeda yang ada disesuaikan dengan standar teknis fasilitas sepeda. Komponen standar pembangunan fasilitas sepeda yang digunakan, meliputi: (1) desain jalur sepeda, terdiri dari ruang operasional sepeda, permukaan lintasan, rambu dan marka jaringan sepeda, desain persimpangan, dan sinyal khusus sepeda; (2) integrasi jaringan sepeda, terdiri dari integrasi antar wilayah dan integrasi antar moda; (3) fasilitas pendukung, terdiri dari parkir sepeda, bike sharing, dan peta jaringan sepeda. Berdasarkan hasil evaluasi penyediaan fasilitas sepeda di Kota Bandung diketahui bahwa fasilitas sepeda yang ada di Kota Bandung saat ini belum sesuai dengan standar pembangunan fasilitas sepeda perkotaan. Dilihat dari kondisi setiap koridor rute sepeda, masih ada beberapa komponen desain yang belum tersedia, seperti belum tersedianya rambu-rambu petunjuk jalan sepeda, serta belum adanya bentuk persimpangan dan sinyal khusus bagi pengendara sepeda. Transportasi sepeda di Kota Bandung juga belum terintegrasi dengan guna lahan yang potensial dan dengan moda lainnya. Fasilitas pendukung seperti fasilitas parkir sepeda dan peta jaringan sepeda juga belum tersedia.