// <![CDATA[IDENTIFIKASI BENTUK DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN WISATA BUDAYA DI KOTA TANJUNGPINANG]]> SYARAH HADIJANI M. / 242009003 Dosen Pembimbing 1 Sony Herdiana, S.T, MRegDev. Penulis
Pariwisata telah menjadi salah satu industri terbesar dunia, dan merupakan andalan utama dalam menghasilkan devisa di berbagai negara. Berkembangnya kegiatan pariwisata di suatu daerah akan memberi pengaruh dan dorongan pembangunan sektor-sektor lainnya khususnya dalam hal memperluas lapangan pekerjaan. Indonesia memiliki daya tarik wisata yang cukup banyak, salah satunya adalah Kota Tanjungpinang. Wisata budaya merupakan wisata yang potensial dikembangkan di Kota Tanjungpinang. Keberhasilan yang akan dicapai dalam mengembangkan wisata budaya juga ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Tanpa melibatkan masyarakat, pembangunan pariwisata hanya akan melahirkan produkproduk wisata yang kurang berarti bagi masyarakat dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan pengembangan kawasan wisata dan sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata budaya di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan metode yang digunakan dalam studi adalah deskriptif analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling dan distratifikasi. Data yang diperoleh berupa hasil kuesioner dan hasil wawancara sebagai data primer, disamping itu juga dilengkapi dengan data sekunder. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini tingkat partisipasi masyarakat terhadap wisata budaya di Kota Tanjungpinang masih belum optimal. Bentuk partisipasi masyarakat di dominasi dengan membangun/ mendirikan sesuatu dengan biaya dari masyarakat. Tingkat partisipasi masyarakat yang ada saat ini masih rendah. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan tipologi Arnstein, partisipasi masyarakat saat ini dikategorikan dalam Informing dan Therapy. Informing dan Therapy merupakan tangga kedua dan ketiga dalam tangga partisipasi Arnstein dan termasuk dalam derajad Tokenisme/penghargaan dan Non participan. Rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh perbedaan karakteristik masyarakat dan perbedaan jenis wisata budaya di setiap lokasi penelitian. Dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam wisata budaya di Kota Tanjungpinang masih rendah sehingga harus ditingkatkan untuk dapat mendukung pengembangan pariwisata Kota Tanjungpinang khususnya wisata budaya. Dengan melibatkan masyarakat sebagai salah satu stakeholder dalam pembangunan, maka akan dapat mencapai tujuan pembangunan daerah. Maka perlu adanya sosialisasi dari pihak pemerintah serta kesadaran dan inisiatif pihak masyarakat agar tercapainya tujuan pembangunan daerah tersebut.