// <![CDATA[EVALUASI KELAYAKAN EKONOMI JEMBATAN GETEK TERHADAP TRANSPORTASI PERTANIAN DAERAH (KECAMATAN BATANG TUAKA, GAUNG, DAN GAUNG ANAK SERKA)]]> Rezky Kinanda / 242010006 Dosen Pembimbing 1 Enni Lindia Mayona, ST.,MT. Dosen Pembimbing 1
Jembatan Getek selesai dibangun pada tahun 2008 dengan tujuan untuk menjadi penghubung antara Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir dengan tiga kecamatan yaitu Kecamatan Batang Tuaka, Gaung, dan Gaung Anak Serka yang sebelumnya hanya bisa diakses dengan transportasi sungai. Belum diketahui apakah pembangunan Jembatan Getek yang telah digunakan Masyarakat selama 5 tahun ini sudah memberikan manfaat ekonomi yang layak jika dibandingkan dengan biaya pembangunannya. Terdapat 3 jenis manfaat ekonomi, manfaat ekonomi langsung, tidak langsung, dan tidak terhitung. Manfaat ekonomi yang diterima para petani di 3 (tiga) kecamatan kajian tergolong manfaat langsung dan telah diterima langsung oleh setiap petani, sehingga ada nilai langsung yang bisa terhitung dan dievaluasi berdasarkan kondisi eksisting dan bisa diproyeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan ekonomi Jembatan Getek terhadap transportasi pertanian. Penelitian ini menggunakan metode benefit cost ratio dimana variabel besaran nilai manfat yang diberikan Jembatan Getek diwakili oleh indikator pengurangan biaya transportasi petani komoditas unggulan akan dibagi dengan besaran nilai biaya pembangunan Jembatan Getek kemudian hasilnya dikalikan dengan 5 tahun yaitu usia penggunaan Jembatan Getek. Jika hasil perhitungan tersebut sudah mencapai angka 1 atau lebih maka artinya pembangunan Jembatan getek sudak layak secara ekonomi atau Jembatan Getek sudah memberikan manfaat yang setimpal dengan biaya pembangunannya bahkan memberikan keuntungan. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa Jembatan Getek belum layak secara ekonomi pembangunan terhadap transportasi pertanian daerah dalam 5 tahun terakhir. Dengan angka 0,45 yang masih sangat jauh untuk mencapai angka 1 tentu ini menjadi nilai yang harus diperbaiki pemerintah. Bahkan setelah diproyeksi pada tahun ke 30 Pembangunan Jembatan Getek belum layak secara ekonomi. Selain itu peneliti juga potensi kendala yang mempengaruhi jumlah besaran manfaat ekonomi Jembatan Getek terhadap kegiatan transportasi pertanian daerah menjadi optimal. Dari besaran manfaat yang diterima setiap kecamatan di wilayah kajian dan potensi kendala, peneliti memberikan saran kebijakan yang bisa dilakukan di setiap kecamatan agar besaran manfaat ekonomi Jembatan Getek terhadap kegiatan transportasi pertanian daerah bisa diperoleh secara optimal. Studi yang bisa dikembangkan sebagai penelitian lebih lanjut adalah penelitian yang mengkaji manfaat ekonomi tidak langsung dan tidak terhitung dari Jembatan Getek terhadap daerah baik bersifat ekonomi, social, budaya, dll.