IDENTIFIKASI VARIABEL DETERMINAN DALAM PERUBAHAN GUNA LAHAN DENGAN ANALISIS RANTAI MARKOV DAN REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS KORIDOR JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK DI KABUPATEN KARAWANG)
Perubahan guna lahan merupakan hasil dari berbagai proses interaksi. Setiap proses ini beroperasi pada rentang skala dalam ruang dan waktu. Proses ini didorong oleh satu atau lebih dari variabel-variabel yang memengaruhi proses penggunaan lahan dan perubahan tutupan lahan. Tujuan penyusunan laporan ini adalah mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap perubahan guna lahan di Kabupaten Karawang pada koridor ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, sehingga hasil yang dikeluarkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam kebijakan penataan ruang di wilayah studi. Sasaran untuk mencapai tujuan tersebut yaitu:
1. Teridentifikasi klasifikasi guna lahan di wilayah kabupaten yang dilalui ruas jalan tol;
2. Teridentifikasi nilai markov perubahan guna lahan di wilayah studi;
3. Teridentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh dalam perubahan guna lahan berdasarkan kajian literatur; dan
4. Teridentifikasi variabel yang berpengaruh terhadap perubahan guna lahan di wilayah studi.
Analisis dilakukan menggunakan alat analisis rantai markov untuk melihat probabilitas perubahan guna lahan di masa mendatang yang kemudian hasilnya digunakan sebagai variabel terikat dalam persamaan regresi linier berganda. Model persamaan yang dibangun ada tiga, yaitu perubahan guna lahan ke lahan permukiman, lahan industri, dan lahan pertanian.
Kesimpulan dari hasil analisis yaitu bahwa guna lahan yang paling tinggi probabilitasnya untuk berubah ke lahan permukiman dan industri adalah lahan pertanian. Variabel determinan perubahan guna lahan ke lahan permukiman dengan nilai positif tertinggi adalah jarak dari pusat kecamatan ke pintu tol dan variabel dengan nilai negatif tertinggi adalah jarak dari pusat kecamatan ke pusat kota. Variabel determinan perubahan guna lahan ke lahan industri dengan nilai positif tertinggi adalah luas kawasan industri eksisting dan variabel dengan nilai negatif tertinggi adalah jarak dari pusat kecamatan ke kawasan industri eksisting. Variabel determinan perubahan guna lahan ke lahan pertanian dengan nilai positif tertinggi adalah jarak dari pusat kecamatan ke pusat kota dan variabel dengan nilai negatif tertinggi adalah jarak dari pusat kecamatan ke saluran induk irigasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).IDENTIFIKASI VARIABEL DETERMINAN DALAM PERUBAHAN GUNA LAHAN DENGAN ANALISIS RANTAI MARKOV DAN REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS KORIDOR JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK DI KABUPATEN KARAWANG) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI VARIABEL DETERMINAN DALAM PERUBAHAN GUNA LAHAN DENGAN ANALISIS RANTAI MARKOV DAN REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS KORIDOR JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK DI KABUPATEN KARAWANG) ().Teknik Planologi:FTSP,2015.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI VARIABEL DETERMINAN DALAM PERUBAHAN GUNA LAHAN DENGAN ANALISIS RANTAI MARKOV DAN REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS KORIDOR JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK DI KABUPATEN KARAWANG) ().Teknik Planologi:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI VARIABEL DETERMINAN DALAM PERUBAHAN GUNA LAHAN DENGAN ANALISIS RANTAI MARKOV DAN REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS KORIDOR JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK DI KABUPATEN KARAWANG) ().Teknik Planologi:FTSP,2015.Text