// <![CDATA[IDENTIFIKASI ASPEK LIVABLE CITY DITINJAU DARI SEGI LOKASI MENURUT PERSEPSI REMAJA DI KOTA BANDUNG]]> FADIA GITA ALYANI RAZAK / 242010016 Dosen Pembimbing 1 Enni Lindia Mayona, S.T., M.T.
Permasalahan perkotaan yang terjadi pada abad ini membuat setiap orang mendambakan Livable City yaitu sebuah kota yang nyaman dan layak untuk dihuni yang dapat menampung seluruh kegiatan masyarakat kota, aman bagi seluruh masyarakat, dan juga layak bagi segala usia penduduknya. Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat sedikit banyak telah menghadapi permasalahan perkotaan. Seharusnya, Kota Bandung dapat menyediakan keadaan lingkungan yang mendukung aktivitas penduduknya dan layak untuk segala usia khususnya remaja yang ditentukan oleh tempat atau lokasi dimana aktivitas tersebut terjadi. Kota Bandung dibagi menjadi delapan Subwilayah Kota yang terdiri dari Bojonagara, Cibeunying, Karees, Tegallega, Ujungberung, Kordon, dan Gedebage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi yang nyaman bagi remaja untuk beraktivitas di Kota Bandung berdasarkan aspek Livable City. Pemaparan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua metode analisis yaitu analisis frekuensi dan analisis deskriptif. Aspek yang dibahas terdiri dari aspek fisik, aspek lingkungan alam, dan aspek lingkungan manusia yang terbagi menjadi 18 indikator. Subwilayah Kota Cibeunying merupakan Subwilayah Kota paling nyaman menurut remaja di Kota Bandung. Subwilayah Kota Cibeunying dan Bojonagara memenuhi seluruh aspek Livable City sedangkan enam Subwilayah Kota lainnya tidak memenuhi aspek Livable City. Pemenuhan aspek Livable City menunjukkan pemenuhan kriteria lokasi nyaman pada Subwilayah Kota menurut persepsi remaja di Kota Bandung. Peningkatan kualitas kenyamanan sarana prasarana perlu dilakukan di beberapa Subwilayah Kota yang belum memenuhi aspek Livable City.