// <![CDATA[PERBANDINGAN PARAMETER ARUS LALULINTAS KONDISI JALAN MENANJAK DAN MENURUN (STUDI KASUS :]]> Anggiat Huminsa F. S. Tambunan / 22 2007 110 Dosen Pembimbing 1 Sofyan Triana, MT.
Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pegunungan. Kondisi ini menyebabkan jalan mengalami kelandaian curam. Terdapat indikasi parameter arus lalulintas di kelandaian curam berbeda dengan kondisi datar. Studi ini dilakukan pada Jalan Siliwangi di Bandung yang mempunyai kondisi curam dan Jalan Purwakarta kondisi Datar. Ruas jalan ini mempunyai 2 lajur tanpa median. Kondisi lalu lintas direkam dalam handycam selama jam sibuk dan dianalisis dengan interval 5 menit. Dalam analisis dipilih model Greenshields sesuai dengan model yang terdapat dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Nilai emp diadaptasi dari MKJI. Pada kondisi jalan menanjak diperoleh kecepatan arus bebas sebesar 41,06 km/jam, kerapatan sebesar 245,87 smp/km dan nilai arus maksimum sebesar 2523 smp/jam. Pada kondisi jalan menurun diperoleh nilai kecepatan arus bebas sebesar 36,68 km/jam, kerapatan sebesar 175,5 smp/km dan nilai arus maksimum sebesar 1611 smp/jam. Sedangkan pada kondisi jalan datar diperoleh nilai kecepatan arus bebas sebesar 39,18 km/jam, kerapatan sebesar 195,9 smp/km dan nilai arus maksimum sebesar 1919 smp/jam. Pada analisis kapasitas berdasarkan MKJI dilakukan perbandingan kapasitas jalan dengan kelandaian 7,3% dengan jalan datar dan diperoleh adanya faktor gradien yang mempengaruhi kapasitas jalan yaitu sebesar 1,11. Hal ini disebabkan perilaku pengguna jalan raya ketika mengendarai kendaraan. Disarankan untuk dilakukan studi pada kelandaian lain dengan data yang mendekati kondisi kapasitas.