KAJIAN PARAMETER MARSHALL PADA LASTON AC-BC DENGAN SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH
Serat dari sabut kelapa banyak dijumpai di semua daerah di Indonesia dimana pengolahannya masih belum banyak dilakukan atau ditangani dengan baik, sehingga hanya menjadi limbah yang tidak bermanfaat. Penelitian ini bermaksud memanfaatkan serat serabut kelapa untuk memberikan variasi additive dalam campuran perkerasan lentur. Apabila serat ini dapat digunakan secara efektif sebagai bahan tambah dalam campuran beraspal maka
merupakan satu jawaban untuk meningkatkan kinerja dari perkerasan. Penelitian ini menguraikan evaluasi laboratorium dari beton aspal dengan kadar serat sabut kelapa 4% terhadap kadar aspal. Kadar aspal untuk masing-masing variasi 5%,5,5%, 6%,6,5%, 7%, dan 7,5% terhadap berat total campuran. Sebagai pembanding dibuat Laston ACBC tanpa menggunakan serat kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton aspal dengan serat kelapa memiliki Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6% sedangkan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk beton aspal
tanpa serat kelapa adalah 7,5%. Nilai VFA (volume of voids filled with asphalt) naik setelah ditambahkan serat kelapa. Nilai VMA (void in the mineral aggregate), VIM (void in mix), stabilitas, dan flow turun setelah ditambahkan serat kelapa, tetapi masih memenuhi spesifikasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).KAJIAN PARAMETER MARSHALL PADA LASTON AC-BC DENGAN SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN PARAMETER MARSHALL PADA LASTON AC-BC DENGAN SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH ().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text
MLA Style
.KAJIAN PARAMETER MARSHALL PADA LASTON AC-BC DENGAN SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH ().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.KAJIAN PARAMETER MARSHALL PADA LASTON AC-BC DENGAN SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH ().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text