// <![CDATA[KAJIAN PARAMETER MARSHALL DENGAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN LASTON AC-BC]]> HARLAN PURNAMA WIJAYA / 22.2004.038 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T.
Serat dari daun nanas banyak dijumpai di semua daerah di Indonesia dimana pengolahannya masih belum banyak dilakukan atau ditangani dengan baik. Penelitian ini bermaksud memanfaatkan serat daun nanas untuk memberikan variasi additive dalam campuran perkerasan lentur. Apabila serat ini dapat digunakan secara efektif sebagai bahan tambah dalam campuran beraspal maka merupakan satu jawaban untuk meningkatkan kinerja dari perkerasan. Penelitian ini menguraikan evaluasi laboratorium dari aspal beton dengan kadar serat daun nanas 3% terhadap kadar aspal. Kadar aspal untuk masing-masing variasi 5%,5,5%, 6%,6,5%, 7%, dan 7,5% terhadap berat total campuran. Sebagai pembanding dibuat Laston AC-BC tanpa menggunakan serat daun nanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton aspal dengan serat daun nanas memiliki Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6% sedangkan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk beton aspal tanpa serat kelapa adalah 7,5%. Nilai VFA naik setelah ditambahkan serat daun nanas. Nilai VMA, VIM, Stabilitas, dan Flow turun setelah ditambahkan serat daun nanas, tetapi masih memenuhi spesifikasi kecuali untuk nilai stabilitas.