// <![CDATA[PENGARUH PENAMBAHAN PLASTIK SEBAGAI ASPAL MODIFIKASI DAN ADITIF TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN LASTON AC-WC]]> TRIFANY MARTHILDA / 22.2005.025 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan jalan, memacu manusia untuk meningkatkan kualitas jalan. Dalam meningkatkan struktur perkerasan dicari alternatif – alternatif bahan penambah (aditive) untuk dicampur dengan aspal atau agregat. Salah satunya seperti polimer atau yang dikenal dengan aspal modifikasi. Terdapat dua cara penambahan polimer untuk menaikan mutu campuran yaitu cara basah dan cara kering Penambahan polimer dengan cara basah yang selanjutnya disebut aspal modifikasi adalah dengan menambahkan plastik ke dalam aspal panas dan dicampur hingga homogen, sedangkan pencampuran polimer dengan cara kering adalah menambahkan plastik ke dalam campuran agregat panas. Adapun tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik sebagai aspal modifikasi dan aditif terhadap parameter Marshall campuran Laston AC-WC. Sedangkan ruang lingkupnya dibatasi pada persayaratan perkerasan Laston AC-WC, aspal penetrasi 60/80, dan limbah kantong plastik dengan tipe HDPE ( High Density Polyethylenes ) sebesar 1% dari berat aspal. Metode yang digunakan adalah pengujian Marshall, yang mengacu pada prosedur SNI dan spesifikasi Laston AC-WC. Berdasarkan hasil analisis dari data pengujian di laboratorium, menunjukkan bahwa Kadar aspal optimum (KAO) campuran beton aspal dengan menggunakan aspal plastik HDPE 1% dengan cara aditif diperoleh nilai sebesar 6,47 %, sedangkan dengan cara aspal modifikasi diperoleh nilai KAO sebesar 6,77 % , hasil parameter marshall dengan aspal modifikasi kurang baik dibandingkan dengan aspal aditif.