// <![CDATA[STUDI PERILAKU NONLINEAR JEMBATAN CABLE- STAYED PEJALAN KAKI DI SUNGAI CIMANDIRI DENGAN METODE PUSHOVER]]> NURUL HAKIM / 22.2005.046 Dosen Pembimbing 1 Setyo Hardono ST.,MT Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Studi perilaku nonlinear digunakan untuk menganalisis perilaku suatu struktur apabila sudah melebihi batas elastisnya. Salah satu metode untuk menganalisis perilaku nonlinear adalah metode pushover. Jembatan cable stayed pejalan kaki di atas sungai Cimandiri Kabupaten Sukabumi yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di lapangan memerlukan studi perilaku nonlinear terhadap beban statis untuk melengkapi perilaku struktur secara keseluruhan. Jembatan ini memiliki bentang total 240 m. Terdiri dari dua jembatan bagian samping (back stay) dengan bentang 39 m dan bentang jembatan bagian tengah (mid stay) 162 m. Bagian girder jembatan dibuat dari rangka baja di kedua sisi dan disambungkan oleh balok melintang. Dek lantai jembatan dipasang pada balok melintang. Struktur bentang jembatan diikatkan ke dua pilon ganda dengan 10 kabel dibagian tengah bentang dan 8 kabel mengikat bagian bentang samping. Struktur bagian atas jembatan ini yang akan dianalisis terhadap kondisi pembebanan yang paling kritis sampai jembatan mengalami keruntuhan. Analisis nonlinear terdiri dari analisis geometrik nonlinear dan analisis material nonlinear. Analisis dilakukan menggunakan software analisis struktur. Analisis pushover dilakukan menggunakan program SAP2000 ver.10.01. Beban yang digunakan adalah beban statis yang terdiri dari beberapa kondisi posisi pembebanan. Posisi pembebanan itu adalah POP untuk pembebanan pada titik buhul tengah bentang, POQ untuk pembebanan pada seluruh titik buhul rangka girder jembatan, POQBS untuk pembebanan pada salah satu bagian back stay, POQMS untuk pembebanan pada setengah bagian mid stay, POBS untuk pembebanan pada bagian seluruh titik buhul back stay dan POMS untuk pembebanan seluruh bagian titik buhul mid stay. Hasil dari penelitian model jembatan terhadap perilaku nonlinear menunjukkan keruntuhan yang ditandai dengan terbentuknya sendi plastis diakibatkan oleh kapasitas sambungan rangka batang girder terlampaui. Jadi keruntuhan dominan diakibatkan oleh kegagalan sambungan. Kapasitas total beban terpusat kritis jembatan adalah sebesar 1441.056 kN dengan pembagian beban terpusat pada titik buhul sebesar 13.595 kN pertitik buhul pada seluruh titik buhul bagian bentang tengah (mid stay). Dengan besar lendutan tengah bentang jembatan -331.589 mm. Kata kunci : Jembatan cable stayed, analisis pushover, beban statis.