KAJIAN PERILAKU LENTUR SAMBUNGAN MEKANIS ( BEAM COLOUMN JOINT ) PADA KONSTRUKSI PRACETAK
Beton pracetak menawarkan keunggulan dibandingkan dengan metode konstruksi konvensional dalam hal kontrol kualitas, pengurangan jumlah pekerja dan pekerjaan yang dilakukan di lapangan serta waktu konstruksi yang lebih cepat. Peraturan ACI memberikan kelonggaran bahwa suatu sistem struktur dapat digunakan asalkan dari hasil eksperimen dan analisis dapat dibuktikan sistem tersebut mempunyai kekuatan, daktilitas dan ketahanan yang sama atau lebih dari sistem monolit ekivalen, menjadi dasar dalam pengembangan sistem-sistem struktur yang telah ada itu yang dikenal sebagai desain emulasi. Saat ini Penggunaan beton pracetak diaplikasikan untuk komponen struktural yaitu dinding struktural serta balok dan kolom. Pada penelitian ini digunakan sambungan kuat antara balok dan kolom dengan tiga jenis sambungan, yaitu : 1) sambungan kait; 2) sambungan lewatan; dan 3) sambungan mekanis las, yang akan dijadikan objek penelitian untuk kemudian dibandingkan dan diberikan penilaian terhadap masing – masing jenis sambungan berdasarkan kualitas kinerja sambungan beton pra cetak tersebut. Dari hasil eksperimental dan analisis diketahui bahwa sistem sambungan beton pracetak balok dan kolom yang mempunyai kekuatan, daktilitas dan ketahanan hampir mendekati sistem monolit adalah sistem sambungan mekanis las.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).KAJIAN PERILAKU LENTUR SAMBUNGAN MEKANIS ( BEAM COLOUMN JOINT ) PADA KONSTRUKSI PRACETAK ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN PERILAKU LENTUR SAMBUNGAN MEKANIS ( BEAM COLOUMN JOINT ) PADA KONSTRUKSI PRACETAK ().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text
MLA Style
.KAJIAN PERILAKU LENTUR SAMBUNGAN MEKANIS ( BEAM COLOUMN JOINT ) PADA KONSTRUKSI PRACETAK ().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.KAJIAN PERILAKU LENTUR SAMBUNGAN MEKANIS ( BEAM COLOUMN JOINT ) PADA KONSTRUKSI PRACETAK ().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text