// <![CDATA[DAMPAK PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API TERHADAP ANTRIAN DAN TUNDAAN (STUDI KASUS :]]> GERRY SUNDANA / 22.2004.017 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T.
Perlintasan sebidang antara jalan raya dan jalan rel kereta api, merupakan salah satu bentuk perlintasan yang menimbulkan masalah. Permasalahan pada perlintasan sebidang yaitu dapat menimbulkan kemacetan yang berakibat pada antrian dan tundaan kendaraan pada saat pintu perlintasan kereta api ditutup. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui berapa panjang antrian dan berapa lama tundaan yang terjadi akibat dari lamanya penutupan pintu perlintasan kereta api. Perlintasan sebidang yang diamati adalah perlintasan sebidang jalan raya dan jalan rel kereta api di jalan Merdeka Bandung. Metode Irisan adalah metode yang digunakan dalam penelitian, dimana waktu pengamatan dibuat menjadi 20 detik per intervalnya seperti yang diusulkan oleh Mc Shane dan Roess, 1990. Besar nilai panjang antrian dan lama tundaan didapat dari perhitungan persamaan dalam MKJI 1997. Kemudian dilakukan pengukuran panjang antrian di lapangan setiap penutupan pintu perlintasan kereta api. Hasil perhitungan pengaruh lama penutupan pintu perlintasan kereta api terhadap lama tundaan didapatkan persamaan model regresi yaitu Y= 0,8848X + 37,304, sehingga dari seluruh pengamatan penutupan pintu perlintasan kereta api dengan rata-rata lama penutupan selama 58,78 detik didapat nilai tundaan sebesar 89,31 detik/kendaraan. Pengaruh lama penutupan pintu perlintasan kereta api terhadap panjang antrian didapatkan persamaan model regresi yaitu Y=1,2181x – 6,2227, sehingga dari seluruh pengamatan penutupan pintu perlintasan kereta api dengan rata-rata lama penutupan selama 58,78 detik didapat nilai panjang antrian sebesar 65,38 meter. Persamaan ini tidak berlaku apabila nilai X < 6 detik.