// <![CDATA[PERILAKU INELASTIS BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERATURAN (STUDI KASUS:]]> R.OTTE GHEA GHASYIAH / 22.2006.004 Dosen Pembimbing 1 Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Bangunan yang ideal adalah bangunan yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan pada saat perencanaan. Jika suatu bangunan yang tidak memenuhi spesifikasi yang ada, maka akan menimbulkan suatu kegagalan bangunan. Bangunan yang bernama Wisma Amaris ini didesain dengan bentuk yang tidak beraturan, mulai dari bentuk bangunannya itu sendiri sampai dengan bentuk kolom yang berbentuk T dan L. Wisma Amaris ini akan akan dianalisis dengan menggunakan metode pushover yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan kolom T dan L, serta bisa mengetahui nilai daktilitas dan faktor reduksi dari struktur bangunan. Hasil akhir dari analisis ini adalah terbentuknya pola keruntuhan pada setiap portal untuk semua arah (+Ux, -Ux, +Uy, dan –Uy), berdasarkan pola keruntuhan tersebut diperoleh taraf kinerja struktur secara keseluruhan yaitu berada pada taraf IO - LS, sedangkan nilai daktilitas untuk arah Ux, U-x, Uy, dan U-y adalah 3,847; 3,893; 2,88; 1,338, sedangkan nilai faktor reduksi untuk arah Ux, U-x, Uy, dan U-y adalah 2,893; 2,966; 2,232; 0,979. Pada step terakhir untuk arah Ux dan U-x tahap paling kritis untuk kolom T adalah CP (Collapse Prevention), sedangkan untuk kolom L tahap paling kritis berada pada tahap E (runtuh), sehingga dapat disimpulkan bahwa kolom dengan bentuk T lebih kuat dibandingkan dengan kolom bentuk L.