// <![CDATA[KAJIAN PARAMETER MARSHALL DAN PARAMETER ITS LATASTON-WC DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT DAUR ULANG DARI RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT]]> Nur Fitriyani Pratiwi / 22.2006.023 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T.
Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk social. Oleh karenanya keamanan dan kenyamanan jalan itu haruslah diperhatikan. Setelah pembangunan jalan diperlukan perawatan dan perbaikan agar tetap dapat melayani beban. Perbaikan jalan yang sering dilakukan mengakibatkan penambahan elevasi. Untuk menanggulangi elevasi yang terlalu tinggi maka jalan-jalan tersebut digaruk dan hasil garukannya dapat dipergunakan kembali melalui proses recycling. Penggunaan material daur ulang sedang dikembangkan di Indonesia dalam rangka pemenuhan kebutuhan material prasarana jalan. Untuk penelitian ini, material daur ulang yang digunakan berasal dari material daur ulang dari ruas jalan Cawang-Tomang-Cengkareng yang dilakukan pada tahun 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti parameter Marshall dan parameter ITS untuk campuran Lataston-WC menggunakan agregat hasil daur ulang, selain itu juga untuk mengetahui apakah penggunaan RAP masih dapat digunakan atau tidak untuk perkerasan jalan. Berdasarkan hasil analisis dari data pengujian di laboratorium, maka diperoleh kadar aspal optimum (KAO) tanpa RAP sebesar 8%, sedangkan nilai kadar aspal optimum (KAO) pada campuran RAP sebesar 7,75%. Perbedaan nilai KAO ini dikarenakan pada agregat RAP masih mengandung aspal, sehingga nilai KAORAP < KAOagregat biasa. Pada pengujian Marshall dapat disimpulkan bahwa nilai VIM pada campuran RAP cenderung lebih kecil dibanding dengan campuran tanpa RAP dikarenakan kandungan pori pada agregatnya lebih sedikit, nilai VMA pada campuran RAP lebih kecil dibanding dengan campuran tanpa RAP karena pori agregatnya sudah terisi aspal, nilai VFA pada campuran RAP lebih besar dibanding dengan campuran tanpa RAP dikarenakan rongga agregat RAP lebih kecil sehingga lebih mampu diisi oleh aspal dan rongga agregat pada campuran RAP sudah terisi aspal, nilai flow pada campuran RAP lebih besar dibanding dengan campuran tanpa RAP karena memiliki selimut aspal yang lebih tebal, nilai stabilitas pada campuran RAP lebih kecil dibanding dengan campuran tanpa RAP karena berat jenis agregat RAP lebih kecil selain itu agregat RAP telah dipengaruhi oleh suhu dan cuaca selama masa pelayanan. Hal ini juga didukung oleh nilai abrasi agregat RAP < agregat biasa. Hasil pengujian Indirect Tensile Strenght pada kadar aspal optimum (KAO) campuran RAP didapat jenis retak combination. Nilai Indirect Tensile Strenght (ITS) yang didapat dari hubungan dengan stabilitas adalah 0,535.