// <![CDATA[KAJIAN PERILAKU PENGEMUDI SEPEDA MOTOR DALAM KECELAKAAN LALULINTAS DI KOTA BANDUNG]]> YOPIE THENDER HERLAMBANG / 22-2005-021 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T.
Sepeda motor merupakan salah satu jenis moda transportasi yang umum digunakan di negara-negara berkembang. Jumlah sepeda motor mengalami peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya, hal ini secara umum disebabkan karena semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatnya kebutuhan akan pergerakan serta pelayanan jasa di bidang transportasi. Semakin meningkatnya jumlah sepeda motor akan menyebabkan tingginya tingkat kecelakaan lalulintas yang terjadi. Salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalulintas adalah perilaku pengemudi dalam berkendaran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui berbagai perilaku mengemudi yang dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas. Menganalisis dampak dan akibat dari perilaku tersebut serta usaha pencegahan terjadinya kecelakaan lalulintas tersebut. Hasil kuisioner diperoleh 41% responden pengemudi sepeda motor pernah mengalami kecelakaan di jalan raya. Kejadian kecelakaan yang paling besar 17% terjadi pada kegiatan perilaku tidak menjaga jarak yang sesuai dengan kendaraan yang ada di depan. Sebesar 12% perilaku tidak berhenti pada saat traffic light merah menyala. 10% kejadian terjadi pada tiga kejadian yaitu pada kegiatan perilaku tidak menggunakan helm standar saat mengemudi, kejadian tidak memberi sign belok dan memberi isyarat tambahan untuk berbelok, dan kejadian mengemudi dengan ugal-ugalan atau mengebut. Kata Kunci: Sepeda Motor, Perilaku Pengemudi, Kecelakaan Lalulintas