PENGARUH METODE CURING PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI


Kuat tekan beton bukan hanya ditentukan oleh penentuan komposisi material penyusun beton itu saja, tapi juga ditentukan oleh pelaksanaan pengecoran dan perawatan terhadap beton itu sendiri. Penggunaan self compacting concrete pada pelaksanaan pengecoran di lapangan akan membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih menjamin hasil pengecoran yang baik meskipun tanpa pekerja terampil. Banyak jenis perawatan yang dapat dilakukan terhadap beton, baik di lapangan atau dalam skala laboratorium. Sifat mekanik beton yang diuji hanya kuat tekan beton dengan pengujian kuat tekan beton dilakukan pada benda uji yang berumur 3, 7, 14, 21 hari dan 28 hari. Semen yang digunakan adalah semen Portland komposit Tiga Roda. Bahan kimia tambahan yang digunakan adalah superplasticizer Sika Viscocrete-10 dan silica fume Sikafume yang merupakan produksi dari PT. Sika Indonesia. Benda uji yang digunakan adalah benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Semua varian menggunakan komposisi yang sama dengan faktor air terhadap bahan bersifat semen sebesar 0,27. Metode curing yang digunakan adalah perendaman, adiabatic, steam, steam modified, waterbath, dan tanpa perawatan. Lama perendaman berpengaruh pada kekuatan beton, makin lama perendaman maka kuat tekan akhir akan lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi hidrasi berlangsung terus-menerus selama ada kelembaban, dan akan melambat bila kelembaban berkurang. Suhu perawatan yang lebih tinggi akan menghasilkan kuat tekan awal yang tinggi, tetapi perkembangan kekuatan tekan dikemudian hari cenderung konstan sehingga didapat kuat tekan akhir yang lebih kecil. Perawatan dengan suhu tinggi (steam dan waterbath) memiliki kuat tekan 3 hari yang 50 % lebih besar dibandingkan dengan perawatan suhu ruangan (perendaman dan adiabatic), tapi memiliki kuat tekan 28 hari yang 13% lebih kecil. Beton tanpa perawatan memiliki kuat tekan akhir yang terkecil, f’c 28 harinya hanya sekitar 75 % dari f’c 28 hari beton dengan perendaman terus-menerus (26 hari), kurangnya kelembaban menyebabkan reaksi hidrasi tidak berjalan dengan baik. Untuk menghasilkan kuat tekan beton yang baik, diperlukan perawatan yang baik pula. Kata Kunci: self compacting concrete, superplasticizer, silica fume, steam, waterbath, adiabatic


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang Ruli Adi Prasetia / 22 2004 077 - Personal Name
Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T. - Personal Name
No. Panggil 1060SI102010a
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2010
Jurusan Teknik Sipil
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2010).PENGARUH METODE CURING PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI().Teknik Sipil:FTSP

.PENGARUH METODE CURING PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text

.PENGARUH METODE CURING PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text

.PENGARUH METODE CURING PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI().Teknik Sipil:FTSP,2010.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id