// <![CDATA[ANALISIS PERILAKU JEMBATAN PADA KONSTRUKSI DENGAN METODE KANTILEVER (STUDI KASUS :]]> ARI FERDIAN UTOMO / 22.2006.018 Dosen Pembimbing 1 Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Tim jembatan itenas mengikuti kompetisi jembatan Indonesia ke-3 (KJI 3), dimana jembatan prototype didesain berupa rangka baja. Panjang jembatan tersebut adalah 5 m dan tinggi 0.5 m. Jembatan memiliki 10 segmen dengan masing – masing panjang segmen 0.5 m. profil yang digunakan adalah double C. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SAP 2000 v. 14. Jembatan dimodelkan gambar rangka 3 dimensi. Tahapan pemasangan jembatan dibagi menjadi 8 tahapan konstruksi kantilever. Beban yang bekerja adalah berat sendiri jembatan dan berat orang yang bekerja pada saat pemasangan. Hasil akhir dari analisis ini adalah mengetahui tegangan maksimum yang diberikan pada kabel agar tidak terjadi deformasi. Tegangan kabel penggantung jembatan untuk masing – masing kabel adalah sebesar 64 MPa, 49, 48, 55, 63, 70, dan 83 MPa dan untuk kabel konstruksi penopang pylon pada masing – masing tahapan konstruksi adalah sebesar 22 MPa, 35, 51, 137, 167, 198, dan 211 MPa. Konfigurasi jarak antara pylon dan balancing yang paling optimum untuk tahap konstruksi kantilver terakhir dengan kabel 6 mm adalah sebesar 2,5 m dengan nilai strength ratio sebesar 1.233. Kata kunci: jembatan rangka, metode kantilever, deformasi, tegangan kabel